Loading...

Padi Inpago 5 Panen Gemilang di Lahan Bekas Tambang Kaltim

11:39 WIB | Friday, 25-May-2018 | Sarana & Prasarana | Penulis : Kontributor

 Perkembangan tambang di Bumi Etam selama ini cukup menghantui pembangunan   pertanian. Namun  teknologi, lahan bekas tambang di Samarinda bisa dialihfungsikan menjadi ladang pertanian yang produktif, di antaranya di Kelurahan Loa Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda.

 

 

 

Lahan seluas 80 Hektar di Loa Bahu itu kini mulai bangkit kembali dengan usaha pertanian. Pada tanam perdana di akhir 2017 lalu telah memberikan hasil yang memuaskan di awal tahun ini. Panen perdana varietas unggul baru (VUB) padi amfibi Inpago 5 di lahan eks tambang menghasilkan 6,13 ton GKP/hektar. Varietas ini cukup adaptif dan bisa dikembangkan pada lahan eks tambang terutama di wilayah Loa Bahu.

 

 

 

Saat ini Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Kaltim berupaya semaksimal mungkin mengembalikan eksistensi sektor pertanian yang ada di Kalimantan Timur. Ini tentu sangat penting mengingat sektor pertanian menjanjikan serta menjamin keberlangsungan hidup masyarakat. Seperti yang disampaikan oleh BPTP Balitbangtan Kaltim bahwasanya, VUB Inpago 5 merupakan varietas padi ampibi yang dapat ditanam di lahan basah dan kering tentu sangat cocok bila dikembangkan di lokasi yang spesifik seperti eks tambang.

 

 

 

Kegigihan meyakinkan petani dalam memanfaatkan lahan tidur eks tambang beralih fungsi selama 20 tahun bukanlah hal yang mudah. Namun, berkat sinergitas pemeritah pusat dan daerah serta stake holder terkait program Upaya Khusus (Upsus) padi jagung kedelai (Pajale) telah membuahkan hasil yang memuaskan.

 

 

 

Pada saat berlangsungnya panen, Asikin salah seorang petani sekaligus Ketua Kelompok Tani Suka Maju, Loa Bahu, sangat bahagia melihat hamparan padi menguning di lahan yang selama ini terabaikan. “Bagaikan sebuah keajaiban  setelah 20 tahun menjadi lahan tidur pada akhirnya menguning kembali. Varietas serta pola tanam jajar legowo telah terbukti menghasilkan panen yang cukup memuaskan,” ujarnya.

 

 

 

Terkait hal tersebut, Kepala BPTP Balitbangtan Kaltim Dr Muh Amin menyatakan, BPTP siap melakukan pendampingan intensif mereproduktif lahan eks tambang agar bisa kembali produktif dan menghasilkan. Dengan menggunakan inovasi yang tepat dan spesifik lokasi, pihaknya optimis pengelolaan lahan eks tambang di Bumi Etam bisa membawa kebangkitan sektor pertanian yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

 

 

"Semangat kesuksesan masa tanam (MT-1) periode Oktober Maret (OKMAR) 2017-2018 mampu mendorong peningkatan Indeks Pertanaman dari 100 menjadi 200 dan menambah luas areal pengembangan sawah di tahun ini," imbuhnya. (*)

Editor : Pimpinan Redaksi

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162