Loading...

Padu Satu, Tak Perlu Lagi Repot Urus Ijin Usaha Pertanian

07:28 WIB | Wednesday, 16-May-2018 | Nasional | Penulis : Clara Agustin

Menteri Pertanian, amran Sulaiman saat peresemian Padu Satu

 

 

Bagi pelaku usaha pertanian yang ingin mendapatkan ijin kini tak perlu lagi repot. Kementerian Pertanian, kini menyediakan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Padu Satu). Bahkan pelayanan bisa menggunakan online.

 

Padu Satu memberikan pelayanan perizinan online sesuai pelaksanaan pelayanan perizinan berusaha melalui Online Single Submission (OSS) secara nasional. Dengan demikian, layanan Padu Satu yang mengedepankan prinsip trust atau kepercayaan kepada pelaku usaha. Sehingga, pelaku usaha tidak dituntut beragam persyaratan yang memberatkan untuk memulai usaha.

 

"Perizinan diberikan dengan komitmen pelaku usaha memenuhi berbagai persyaratan yang ada, dan pemenuhan komitmen ini menjadi tanggung jawab pemerintah untuk memonitornya," kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat Launching Unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Padu Satu) di Kantor Pusat Kementerrian Pertanian Jakarta, Selasa (15/5).

 

Dengan pola pendekatan ini, fungsi pengawasan akan lebih diintensifkan. Padu Satu juga memberikan kepastian penyelesaian perizinan kepada pelaku usaha dalam satuan waktu yang lebih pasti. Pelaku usaha pun diberikan berbagai kemudahan dalam proses perizinan.

 

Dengan hanya melakukan satu kali aplikasi, pelaku usaha bisa melakukan beragam proses yang melibatkan lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. "Padu Satu juga tidak menuntut banyak dokumen dalam proses aplikasinya. Beberapa dokumen dasar, seperti KTP dan NPWP, akan langsung diakses dari data base nasional. Sehingga, tidak perlu disediakan pelaku usaha," jelasnya.

 

Padu Satu juga menyediakan informasi umum tentang proses dan hasil pelaksanaan pembangunan pertanian. Diantaranya, data produksi dan kebutuhan konsumsi beberapa komoditas. Demikian juga sebaran produksi lintas wilayah dan antar waktu. "Diharapkan melalui layanan ini, para pihak terkait dapat setiap waktu melakukan updating terhadap data dan informasi yang dibutuhkannnya," ucap Amran.

 

Tak cuma itu, Padu Satu juga mengembangkan berbagai layanan yang memudahkan bertemunya penjual dan pembeli. Tahap awal, aplikasi Android dalam konsep e-comerce akan menyambungkan Toko Tani Indonesia (TTI) dengan Gabungan Kelompok tani (Gapoktan) untuk memasok beberapa komoditas. Tujuannya, meningkatkan kinerja pasokan antara gapoktan dan TTI serta mengatasi kendala pasokan pangan.

 

Amran berharap, melalui pengembangan aplikasi ini, inventori atau stok beberapa komoditas dapat terdata dengan baik, dan juga pergerakannya dapat diatur sesuai kebutuhan. “Hingga kini tercatat jumlah pengguna aplikasi ini mencapai 300 gapoktan dan TTI dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,15 miliar," katanya. Cla

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162