Loading...

Panen Padi, NTP pun Terkoreksi

15:19 WIB | Wednesday, 05-April-2017 | Nasional | Penulis : Julianto

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Maret 2017 sebesar 99,95 atau turun 0,38% dibanding NTP Februari.  Begitu pun pada Februari 2017, angka NTP nasional juga turun 0,58% dibandingkan Januari. 

 

Berdasarkan hasil pemantauan harga harga perdesan di tiga provinsi di Indonesia pada Maret 2017, NTP secara nasional turun 0,38% dibandingkan NTP Februari 2017 yaitu dari 100,33 menjadi 99,95. Penurunan NTP pada Maret karena indeks harga hasil produksi pertanian mengalami penurunan lebih besar dari penurunan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tanga maupun untu keperluan produksi pertanian.

 

Penurunan NTP Maret dipengaruhi turunya NTP pada Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,71%, Subsektor Hortikultura sebesar 0,26%, Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,37%, Subsektor Peternakan sebesar 0,11% dan Subsektor Perikanan sebesar 0,10%.

 

Menyikapi hal ini, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, Winarno Thohir menilai penurunan NTP merupakan hal yang wajar. Sebab, pada Februari-Maret 2017 ini merupakan musim panen raya padi. Karena panen pada saat musim hujan, kadar air gabah menjadi tinggi. Akibatnya, harga gabah menjadi jatuh sehingga penerimaan petani berkurang.

 

“Kalau diperhatikan data lima tahun terakhir, bulan Februari-Maret bahkan sampai April NTP turun adalah fenomena bulanan saja dan Saya optimis beberapa bulan ke depan, NTP akan naik lagi,” kata Winarno di Jakarta, Selasa (4/4).

 

Namun Winarno berharap dengan capaian produksi padi yang meningkat, pemerintah  mesti melanjutkan dengan fokus pada penanganan aspek hilir dan pasarnya sehingga pendapatan petani meningkat.

 

Sedangkan solusi memperbaiki NTP saat ini, Winarno berharap Bulog meningkatkan serap gabah petani di lokasi-lokasi panen raya yang harganya jatuh di bawah ketetapan pemerintah. “Pemerintah juga harus bisa memotong rantai pasok tata niaga saat ini yang terlalu panjang dan menyediakan sarana pengeringan gabah di wilayah terkena hujan,” katanya. Yul

 

 

Editor : Ahmad Soim

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162