Loading...

Panen, Petani Kota Warteg Tolak Impor Beras

07:21 WIB | Sunday, 07-January-2018 | Suara Tani, Kabar Penas KTNA XV 2017 | Penulis : Gesha

 

 

"Kami tidak setuju impor. Kami tegaskan petani Tegal tolak impor," tegas Gofur,, petani di Desa Lengkong, Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal saat Sinar Tani berkunjung ke desa tersebut. Sebagai salah satu sentra produksi padi, apalagi kini tengah panen, wajar kalangan petani menyuarakan isi hati mereka menolak impor beras. Apalagi kini panen padi hampor berlangsung bersamaan di sentra-sentra produksi padi.

 

Di Kabupaten Tegal  ada sekitar 30 hektar (ha) yang panen bertahap hingga akhir Januari mendatang. Dengan produktivitas padi mencapai 7 ton/ha dan harga Gabah Kering Panen (GKP) Rp 5.300/kg, petani bisa merasakan keuntungan yang cukup besar dari pertanaman padi. Petani padi asal Desa Lengkong, Gofur mengungkapkan bertani padi sekarang lebih menguntungkan karena dahulu hanya mampu panen 3 ton/ha. "Yang bikin tidak tertarik karena harga (dulu rendah). Sekarang harga cukup baik, pertahankan itu," kata Gofur.

 

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal, surplus beras yang dihasilkan petani mencapai 82 ribu ton di bulan Januari 2018. Adapun produksi kini sudah mencapai 398 ribu ton beras, sedangkan kebutuhan konsumsi di Kab. Tegal sekitar 316 ribu ton dengan jumlah penduduk mencapai 1,4 juta jiwa. 

 

Tak hanya Januari, surplus beras dari Tegal juga rutin terjadi setiap bulannya sehingga mampu menambah stok beras di Jawa Tengah.

 

Salah satu kecamatan yang menjadi andalan produksi beras Kab.Tegal adalah Kecamatan Bojong  Meski terletak di lereng perbukitan, desa-desa di kecamatan ini mampu menjadi sentra produksi. “Disini ada 17 desa. Sedangkan yang potensi menjadi sentra produksi beras ada Desa Lengkong, Batunyana, Karangmulyo, Kajenengan, Pucangluwuk, Rembul,” ungkap Camat Bojong, Muchtarom. 

 

Ketersediaan stok dan panen yang akan dilakukan di Januari, Februari hingga Maret mendatang diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal, Khofifah karena realisasi luas tambah tanam (LTT) yang memuaskan. Pada Oktober, Tegal ditargetkan 3000 ha dan mampu direalisasikan seluas 3200 ha. "Inilah yang akan dipanen Januari hingga awal Februari mendatang," tuturnya. 

 

Sedangkan November, ditargetkan LTT seluas 7 ribu ha, terealisasi 5 ribu ha. Di akhir tahun, LTT Tegal sendiri ditargetkan 12 ribu ha dan berhasil membukukan seluas 13.154 ha.  Adapun luas baku sawah di Kabupaten Tegal adalah 37 ribu ha. Hingga akhir Januari 2018 diperkirakan ada 800 ha dengan produktivitas rata-rata 6 ton/ha sehingga diperoleh produksi 4800 ton. 

 

"Sehingga stok panen dan ketersediaan pasokan dari Tegal masih aman karena cukup banyak," tuturnya. Khofifah sendiri menjamin Kabupaten Tegal akan panen dan tanam setiap hari untuk memenuhi pasokan provinsi maupun nasional.

 

Paradigma Baru

 

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), M. Syakir bangga akan ketegasan dan semangat petani Kab. Tegal menolak wacana impor yang dihembuskan beberapa pihak dengan alasan untuk menstabilkan harga di tingkat konsumen. 

 

“Pradigma pertanaman padi sekarang petani selalu bertanam selalu panen setiap hari sehingga selalu ada suplai beras setiap hari setiap bulan. Jadi tidak ada alasan untuk impor," tegas Syakir.

 

Syakir menambahkan, pemerintah melalui regulasi juga sudah menggulirkan bantuan alsintan, sehingga mampu mempercepat pengolahan tanah, pertanaman hingga panen. Di sisi lain, perbaikan irigasi juga dilakukan sehingga ketersediaan air bisa terpenuhi.

 

Tak hanya itu, petani juga tidak lagi takut akan merugi karena kini sudah ada Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Bantuan benih varietas unggul hingga pupuk bersubsidi juga dipersiapkan sehingga petani sangat bersemangat bertanam. "Makanya, kita harus menjaga semangat petani dalam bertanam agar ada suplai setiap saat. Jika impor terjadi, harga akan jatuh dan berakibat petani semangatnya jatuh," kata Syakir. Gsh

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162