Loading...

Pasokan Beras ke PIBC Terjaga, Harga pun Stabil

16:42 WIB | Monday, 04-December-2017 | Olahan Pasar, Non Komoditi | Penulis : Julianto

Pasokan beras ke Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur hingga kini masih terjaga, sehingga masyarakat tak perlu kuatir kekurangan bahan pangan pokok ini. Bahkan harga pun relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun lalu

 

"Jam 7.00 pagi tadi (Senin, 4/12) beras yang masuk sebanyak 3.493 ton. Jumlah ini masih di atas normal. Sampai sore atau malam nanti diperkirkan akan mencapai 4.000-5.000 ton yang akan masuk ke Pasar Induk Beras Cipinang,” kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat memantau pasokan beras di pasar yang menjadi barometer perdagangan beras di Indonesia ini.

 

Bukan hanya pasokan beras yang cukup aman, menurut Amran, harga beras, khususnya kualitas medium di tingkat grosir hanya Rp 7.800/kg. Padahal sebelum pemerintah menerapkan kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET), harga beras medium mencapai Rp 9.050/kg. Artinya kebijakan pemerintah tersebut efektif untuk menjaga harga beras di tingkat konsumen.

 

“Dengan dua data tersebut (pasokan dan harga beras), posisi kita cukup aman. Apalagi Pasar Induk Cipinang menjadi barometer perberasan di Indonesia, karena mudah mengontrol,” katanya. Apalagi lanjut Amran, PIBC juga menjadi penyuplai beras ke wilayah lain, bukan hanya wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), tapi juga ke luar Pulau Jawa.

 

Menurut Amran, jika membandingkan dengan kondisi dalam empat tahun terakhir, terutama selama Juli-Nopember, maka pasokan beras ke PIBC tahun ini merupakan yang tertinggi. Bahkan harga pun relatif stabil.

 

Begitu juga jika membandingkan tingkat inflasi beras year to year (Nopember 2017 dengan Nopember 2016), maka peran beras terhadap inflasi tahun ini sangat kecil hanya 0,03. Sedangkan pada Nopember 2016 mencapai 0,32. “Ini artinya tahun lalu jauh lebih tinggi. Tahun ini inflasi akibat beras turun 10 kali lipat,” ujarnya.

 

Sementara itu Direktur Utama PT. Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo memastikan bahwa stok beras harian yang beredar di PIBC terjaga pada angka 37 ribu ton/hari. Jadi hingga kini tidak akan ada masalaha terhadap stok beras di PIBC. Bahkan jika ada, maka pihaknya sudah meminta Perum Bulog untuk menambah pasokan. Saat ini sudah sekitar 18 ribu ton beras Bulog yang digelontorkan ke PIBC.

 

“Jumat, Sabtu dan Minggu memang beras yang masuk sedikit, karena memang hari libur. Tapi Senin ini saya yakin beras yang masuk bertambah lagi,” ujarnya saat mendampingi Menteri Pertanian.

 

Hingga kini beras yang masuk dari wilayah Cirebon sekitar 44%, Karawang 20,9%, dari beberapa wilayah di Jawa Tengah sebanyak 29,44% dan Perum Bulog hanya 6,7%. Bahkan PT. Food Station Tjipinang Jaya juga mengambil beras dari sentra beras di Sulawesi seperti Sidrap, Pinrang dan Palopo. Jumlahnya mencapai 400 kontainer. “Ini artinya kita surplus karena masih ada kiriman dari Jawa dan wilayah lain,” katanya. Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162