Loading...

Pemberantasan Massal Hama Wereng

11:48 WIB | Tuesday, 22-July-2014 | Nusantara | Penulis : Kontributor

Luwu Utara, Sulsel

 

Entah “dosa” apa yang dilakukan petani sehingga hama wereng kembali menyerang pertanaman padi di Kecamatan Mappedeceng, Sulawesi Selatan. Dalam kurun waktu hampir lima bulan, setelah serangan Desember 2013 lalu, hama ini kembali “mampir”, yang membuat aparat terkait kembali disibukkan dalam kegiatan pemberantasan hama wereng secara massal. Tidak tanggung-tanggung, Tujuh Barikade dari Balai Proteksi Hama dan Penyakit Provinsi Sulawesi Selatan serta Koramil setempat juga ikut terlibat dalam kegiatan pembasmian tersebut. Selain tentunya dari Dinas Pertanian serta Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3).

 

Pemberantasan hama wereng yang dilakukan beberapa lama berselang dipimpin langsung Kepala BKP3, Marthina Simon serta melibatkan seluruh PPL se-Kecamatan Mappedeceng. Menurut Pengamat Hama wilayah Masamba dan Mappedeceng, Hariyati Kapeng, dampak serangan hama yang masuk kategori berat itu mengakibatkan tiga hektar luas lahan mengalami puso dan yang rusak ringan seluas 75 hektar. Hama wereng ini menyerang tanaman padi di tiga desa, masing-masing Desa Kapidi, Cendana Putih dan Cendana Putih II.

 

Kategori Beras

 

Yang masuk kategori berat adalah terjadinya puso seluas tiga hektar, dan yang masuk kategori ringan seluas 75 hektar. “Alhamdulillah, tim proteksi hama dan penyakit dari provinsi datang langsung membantu kita sekaligus memberikan bantuannya berupa racun pembasmi dan obat pencegahan, selain tentunya dari Dinas Pertanian Luwu Utara juga memberikan kontribusi dalam bentuk bantuan racun,” ujar Hariyati.

 

Sementara itu, Kepala BKP3 kembali menghimbau seluruh PPL dan petani di Mappedeceng untuk aktif melakukan koordinasi dengan pengamat hama di wilayahnya agar serangan hama segera cepat diatasi. Hal ini, lanjut Marthina, sebagai upaya antisipatif guna mencegah meluasnya serangan hama wereng.

 

“Berkali-kali saya katakan, terakhir di Sabbang, bahwa jika terjadi serangan seperti ini, cepat laporkan kepada pihak terkait, utamanya kepada pengamat hama dan dinas pertanian. Langkah cepat perlu kita lakukan lewat koordinasi yang baik antara petani, PPL dan pengamat hama. Hal ini sekaligus langkah antisipatif jangan sampai serangan hama menyebar ke tempat lain, yang pada akhirnya bisa merugikan masyarakat petani itu sendiri,” imbuh Marthina. Lukman Hamarong

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Julianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162