Loading...

Pemda Diminta Percepat Realisasi Replanting Sawit

15:15 WIB | Monday, 09-April-2018 | Kebun, Komoditi | Penulis : Indarto

dirjen perkebunan, bambang saat sosialisasi peremajaan kebun sawit rakyat


Program peremajaan (replanting) sawit rakyat yang dilakukan pemerintah tahun ini diharapkan bisa  menjadi salah satu solusi  peningkatan produktivitas kebun sawit rakyat.  Untuk itu, pemerintah daerah yang menjadi target peremajaan kebun sawit diminta melakukan pendataan dan identifikasi kebun sawit rakyat.

 

"Petani atau pekebunnya didata dan diidentifikasi. Kalau masih ada yang masuk kawasan bisa diusulkan pelepasannya. Begitu juga yang lahannya belum bersertipikat didata. Sehingga, kebun sawit yang akan diremajakan tak ada yang tak jelas,"  kata Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Bambang, saat membuka  "Sosialisasi Peremajaan Sawit Rakyat", di Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (6/4).

 

Menurut Bambang, peremajaan sawit rakyat akan berjalan baik bila mendapat dukungan stakeholder perkebunan di daerah. Pemerintah daerah bisa menjadikan program tersebut sebagai kegiatan masyarakat dalam rangka menumbuhkan multiplayer efek ekonomi daerah.

 

Menurutnya, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) menyiapkan anggaran sebesar Rp 5 triliun untuk meremajakan sawit rakyat seluas 185 ribu ha tahun ini. Karena itu, pemerintah daerah bisa menangkap peluang ini dan menjadikan peremajaan sawit rakyat sebagai gerakan masyarakat.

 

Bambang juga mengemukakan, untuk mengoptimalkan penyerapan dana yang bersumber dari sawit untuk sawit, pemerintah daerah bisa memanfaatkan momentum ini guna membantu masyarakat dan dunia usaha dalam rangka mendorong peningkatan ekonomi di daerahnya.   

 

Bahkan Bambang menghimbau, Pemda jangan ragu dan takut untuk segera merealisasikan kegiatan peremajaan sawit rakyat. Sebab, sub sektor perkebunan bila dikelola dengan baik akan memberi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

 

Bambang mengatakan, sampai saat ini kelapa sawit masih menjadi primadona ekspor non migas. Tercatat, dari 127 komoditas perkebunan, 15 diantaranya  pada tahun 2016 mampu berkontribusi terhadap produk domestik brutto (PDB) sebesar Rp 428, 7 triliun.  Pada tahun 2017, kontribusi sub sektor perkebunan terhadap PDB meningkat 9%, atau sebesar Rp 471,3 triliun dibanding tahun sebelumnya. Idt

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162