Loading...

Pemerintah Canangkan Upsus Diversifikasi Pangan Tahun 2018

20:40 WIB | Tuesday, 24-October-2017 | Pangan, Komoditi | Penulis : Clara Agustin

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) akan mencanangkan program upaya khusus (upsus) diversifikasi pangan pada tahun 2018. Program ini merupakan langkah untuk mengurangi ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap konsumsi beras.

 

“Sekarang konsumsi beras di kita 114 kg/kapita/tahun. Harus kita turunkan menjadi 60-80 kg/kapita/tahun,” kata Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi saat Talkshow Diversifikasi Pangan ‘Mengangkat Pangan Lokal untuk Percepatan Diversifikasi Pangan Mendukung Kedaulatan Pangan Nasional’ di Kantor Badan Litbang Pertanian Jakarta, Selasa (24/10).

 

Komoditi utama untuk program ini adalah pangan lokal di suatu daerah. Misalnya, singkong, sagu, jagung, hanjeli, umbi-umbian. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya fokus pada budidaya, melainkan pasca panen. “Progam ini ditergetkan pada 16 provinsi dan lebih mengarah kepada pasca panen, karena dari segi budidaya, mereka sudah cukup baik. tinggal pasca panen yang harus diperbaiki,” kata Agung.

 

Kriteria yang harus dipenuhi untuk ‘go public’ pangan lokal adalah rasa dan harga. Setiap daerah biasanya punya pangan lokal, sayangnya rasanya belum familiar di masyarakat luas.

 

Agar pangan lokal ini mampu menembus seluruh lapisan masyarakat, rasa harus menjadi nilai utama dalam memproduksi pangan lokal. Setelah rasanya mulai dapat diterima masyarakat, harga harus jadi bahan pertimbangan juga. Menghasilkan pangan lokal yang rasanya enak serta harganya tidak membuat kantong jebol menjadi PR pemerintah untuk dapat memulai Program Upsus Diversifikasi Pangan.

 

Agung menyebutkan, untuk mencapai ‘go publik’ ini ada beberapa pangan lokal yang sudah siap, yakni sagu, singkong, sorgum, jagung, aneka umbi dan hanjeli. Saat ini pangan lokal tersbeut industrinya sudah ada, meski masih skala rumah tangga.

 

“Nanti akan kita kembangkan dengan memberikan bimbingan dan alat-alat pasca panen. Yang jelas, nanti hasil akhir dari Program Upsus Diversifikasi Pangan ini adalah penurunan angka konsumsi beras. Pangan yang dikonsumsi masyarakat Indonesia lebih beragam dan bergizi,” tutur Agung. Cla

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162