Loading...

Penataan Jaringan Irigasi Pertanian

16:11 WIB | Friday, 06-January-2017 | Mimbar Penyuluhan | Penulis : Kontributor

Irigasi adalah usaha penyediaan, pengaturan dan pembuangan air irigasi untuk menunjang pertanian yang jenisnya meliputi irigasi permukaan, irigasi rawa, irigasi air bawah tanah, irigasi pompa dan irigasi tambak.

 

Dalam dunia moderen, saat ini sudah banyak model irigasi yang da­pat dilakukan manusia. Pada waktu silam, jika persediaan air melimpah karena tempatnya dekat dengan sungai atau sumber air, maka irigasi dilakukan dengan mengalirkan air tersebut ke lahan pertanian. Daerah irigasi adalah kesatuan lahan yang mendapat air dari satu jaringan irigasi.

 

Jenis Jaringan Irigasi

 

Jaringan irigasi adalah salur­an, bangunan dan bangunan pelengkapnya yang merupakan satu kesatuan yang diperlukan untuk penyediaan, pembagian, pemberian, penggunaan dan pembuangan air irigasi. Berdasar­kan pengelolaannya jaringan iri­gasi dibagi menjadi 3 bagian :

 

1. Jaringan Irigasi

 

   Utama/Primer

 

Meliputi  bangunan ben­dung­­an, saluran-saluran pri­mer dan sekunder termasuk bangunan-bangun­an  utama  dan pelengkapnya yang merupakan bangunan yang mutlak diperlukan bagi eksploit, meliputi bangunan pembendung, bangunan pembagi dan bangunan pengukur. Bangun­an bending berfungsi agar permukaan air dapat naik, dengan demikian memungkinkan untuk disalurkan melalui pintu pemasukan ke saluran pembawa.

 

Bangunan pembagi berfungsi agar air pengairan dapat didis­tribusikan di sepanjang saluran pembawa (saluran primer) ke lahan-lahan pertanaman melalui sekunder dan tersier.

 

Bangunan yang berfungsi se­bagai pengukur debit air yang masuk ke saluran sehingga dis­tribusi pengairan ke lahan-lahan pertanian melalui saluran sekunder dan tersier dapat dikontrol de­ngan baik, sesuai dengan pola pendistribusian air pengairan yang telah dirancang.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162