Loading...

Peneliti Pertanian Terima Royalti

23:15 WIB | Tuesday, 17-November-2015 | Nasional | Penulis : Julianto

Kepala Badan Litbang Pertanian, M. Syakir memberikan royalti kepada peneliti

Setelah sekian lama menunggu, peneliti pertanian akhirnya menerima ganjaran dari jerih payah mereka yakni royalti. Pemberian imbalan tersebut sebagai tindak lanjut pemberlakuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 72 Tahun 2015 tentang Imbalan Yang Berasal Dari Penerimaan Negara Bukan Pajak Royalti Paten.

 

Kepala Balai Pengelolaan Alih Teknologi Pertanian, Badan Litbang Pertanian, Erizal Jamal mengatakan, dengan adanya PMK tersebut peneliti yang menghasilkan paten berhak mendapatkan royalti dari hasil penelitiannya. “Mereka juga telah bekerjasama dengan dunia usaha,” katanya saat pemberian royalti di Gd, Litbang Pertanian, Pasar Minggu, Selasa (17/11).

 

Sesuai dengan PMK No. 72 Tahun 2015, besaran royalti untuk peneliti berkisar antara 10-40%, tergantung dari besaran keseluruhan royalti yang diterima. Jika total royalti di bawah Rp 100 juta, maka besaran yang diterima peneliti adalah 40%. Adapun untuk royalti yang nilanya lebih dari Rp 1 miliar, maka besaran royalti untuk peneliti maksimal 10%.

 

Dikatakan, pembagian royalti saat ini masih terbatas untuk peneliti yang memiliki paten. Sementara untuk Hak Kekayaan Intelktual (HKI) lainnya seperti Perlindungan Varietas Tanaman (PVT), Cipta, rahasia dagang dan lainnya masih dalam proses di Kementerian Keuangan.

 

“Kami masih berjuang agar peneliti PVT, rahasia dagang dan yang lainnya juga dapat royalti. Kami sudah bertemu dengan Menteri Keunagan, sekarang ini masih dalam proses. Kami harapkan sudah bisa keluar,” tuturnya.

 

Hingga kini ada 139 inovasi Balitbangtan yang telah dikerjasamakan dengan dunia usaha. Dari jumlah tersebut sebanyak 64 merupakan inovasi yang berupa paten. Ada tujuh paten yang yang akan dibagikan. Terdiri dari produk yakni, pupuk, pestisida nabati, beras glikemik rendah, Indo Jarwo Transplanter, Mini Combine Harvester dan Alat Perekam Data Stasiun Cuaca Otomatis/AWS. Berapa besaran royaltinya? “Nilainya bervariasi antara Rp 1.100.000 sampai Rp 30.700.000,” ujarnya.

 

 

 

Rangsang Peneliti

 

Sementara itu Kepala Badan Litbang Pertanian, M. Syakir berharap, penyampaian royalti makin merangsang minat peneliti untuk lebih banyak lagi menghasilkan paten dalam kegiatan penelitiannya. Paten ini akan mejamin adanya unsur kebaruan dari teknologi yang dihasilkan peneliti, dan membuka peluang kerjasama dengan dunia usaha dalam diseminasinya.

 

“Namun saya ingatkan, tujuan utama penelitian yang dilakukan Litbang Pertanian bukan royalti, tapi menghasilkan teknologi dan sampai kepada pengguna yakni masyarakat,” katanya.

 

Syakir mengakui, dengan selama ini ada hambatan dalam penggandaan hasil penelitian secara cepat. Karena itu dengan adanya kerjasama dengan pelaku usaha untuk melinsensi, perbanyakan teknologi hasil penelitian Litbang Pertanian bisa lebih cepat. “Kalau ada paten, itu konsekuensi logis dari perlindungan teknologi. Royalti juga sebagai konsekuensi PMK,”ujarnya.

 

Kerjasama Badan Litbang Pertanian dengan dunia usaha dalam Alih Teknologi sejalan dengan semangat Undang Undang No 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Litbangrap IPTEK serta Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2005 tentang Alih Teknologi Kekayaan Intelektual Hasil Litbang oleh Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian.

 

Pada kesempatan itu, Syakir juga mengingatkan, agar ada instrumen untuk mengawasi dunia usaha yang telah melisensi teknologi hasil penelitian Badan Litbang Pertanian, khususnya dalam penyebaran teknologi ke masyarakat. Jangan sampai dunia usaha sebatas melisensi, tapi tidak menggandakan dan menyebarluaskan ke masyarakat. "Harus ada konsekuensinya. Bukan hanya menarik lisensi tersebut, tapi juga konsekuensi ekonomi, karena telah merugikan peneliti dan masyarakat," ujarnya.

 

Syakir juga menegaskan, jangan sampai ada eksklusifitas dalam lisensi teknologi hasil penelitian Litbang Pertanian. Artinya, Satu produk hasil penelitian boleh beberapa perusahaan melakukan lisensi. Jadi siapapun boleh melinsensi. "Kalau hanya satu perusahaan melisensi satu produk, maka hasil penelitian akan terkunci, tidak digandakan," ujarnya. Yul

 

 

 

Tim Inventor Penerima Royalti

 

 

No

 

 

PERUSAHAAN

 

 

 

 

UNIT KERfA

 

 

 

 

JUDUL TEKNOLOGI

 

 

 

 

INVENTOR

 

 

 

 

NILAI ROYALTI YANG DISERAHKAN (Rupiah)

 

 

 

 

1

 

 

PT. Hobson Interbuana Indonesia

 

 

 

 

Balittanah

 

 

 

 

PupukMikroba Rhizoplus

 

 

 

 

Dr. Rasti Saraswati dkk

 

 

 

 

30.700.000

 

 

 

 

2

 

 

PT. Petrosida Gresik

 

 

 

 

Balittanah

 

 

 

 

Formula Pupuk Hayati untuk Tanaman Padi (SMART]

 

 

 

 

Elsanti, S.Si dkk

 

 

 

 

2.000.000

 

 

 

 

3

 

 

CV. Nusagri

 

 

 

 

BB Biogen

 

 

 

 

Formula Seks Feromon (Feromon Exi)

 

 

 

 

Dr. Made Samudera dkk

 

 

 

 

1.100.000

 

 

 

 

4

 

 

PT. Petrokimia

 

Gresik

 

 

 

 

BB Pascapanen

 

 

 

 

Penurunan Indeks GlikemikBeras

 

 

 

 

Prof. Dr. Sri Widowati dkk

 

 

 

 

2.100.000

 

 

 

 

5

 

 

CV. Adi Setya Utama Jaya dan CV Sainindo Kurniasejati

 

 

 

 

BBP Mekanisasi

 

Pertanian

 

 

 

 

Indo Jarwo

 

Transplanter

 

 

 

 

Ir. Joko Pitoyo, MS dkk

 

 

 

 

7.400.000

 

 

 

 

6

 

 

CV. Sainindo

 

Kurniasejati

 

 

 

 

BBP Mekanisasi Pertanian

 

 

 

 

Indo Combine Harvester

 

 

 

 

Ir. Lilik Trimulyantara dkk

 

 

 

 

2.900.000

 

 

 

 

7

 

 

PT. Indocommit Citra

 

Mahardika

 

 

 

 

Balitklimat

 

 

 

 

Alat Perekam Data Stasiun Cuaca Otomatis/ AWS

 

 

 

 

Dr. AstuUnadi dkk

 

 

 

 

16.700.000

 

 

 

 

 

 

 

JUMLAH

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

63.000.000

 

 

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162