Loading...

Penyuluhan Berusaha Keras Memastikan Kedaulatan Pangan Membawa Kesejahteraan Petani

07:50 WIB | Friday, 08-December-2017 | Nasional | Penulis : Ahmad Soim

 

 

Banyak cara untuk bisa mewujudkan kedaulatan pangan sekaligus kesejahteraan petani, namun cara yang paling massal, massif dan relative murah adalah penyuluhan.

 

 

 

“Berapa banyak biaya untuk pendidikan atau pelatihan satu petani saja? Kalau penyuluhan satu penyuluh pertanian (PPL) bisa mendapingi 8 kelompok tani atau sekitar 200 petani di desa-desa,” kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan Momon Rusmono pada PPL seluruh Indonesia dalam kegiatan Bimbingan Teknis Pemberdayaan Kelembagaan Ekonomi Petani/ Badan Usaha Milik Petani (KEP/BUMP) di Bogor.

 

Karena itu Momon Rusmono meminta para PPL untuk tidak melupakan kesejahteraan petani dalam mendampingi para petani mewujudkan kedaulatan pangan. “Kedaulatan pangan akan sangat lebih berarti bila dibarengi dengan terwujudnya kesejahteraan petani,” tambahnya.

 

Indikator utama bagi PPL dikatakan berhasil dalam mewujudkan  kesejahteraan petani dalam program kedaulatan pangan jelas Momon Rusmono adalah meningkatnya  petani yang menerapkan pertanian terpadu secara kawasan agribisnis yang dikelola secara bisnis dalam lembaga ekonomi berbadan hkum BUMP, koperasi atau lainnya.

 

Dia mencontohkan di Sukabumi Jawa Barat ada pertanian terpadu dalam kawasan 1000 ha sawah padi yang dikelola secara bisnis bisa menggaji manajer Rp 70 juta. “Kita bisa bayangkan berapa keuntungan usaha pertanian terpadu sepertiitu, biayanya lebih efisien, untungnya lebih banyak,dan keuntungannya akan kembali juga kepada petani,”tuturnya.

 

Momon Rusmono mentargetkan minimal di setiap kecamatan yang berbasis pertanian memiliki satu KEP/BUMP yang  sukses seperti di Sukabumi. Jumlah kecamatan di Indonesia yang berbasis kawasan pertanian mencapai 5.550 kecamatan. Semua kecamatan ini sudah memiliki Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).

 

Untuk mendorong pertumbuhan KEP itu Kementan membuat pilot proyek KEP/BUMP di 53 kecamatan yang tersebar di 29 propinsi dan 53 kabupaten. Para penyuluhnya diberikan Bimbingan Teknis pemberdayaan KEP/BUMP dan para petani diberikan anggaran untuk pemberdayaan kelembagaan tani dan pilot proyek usahanya. Som

Editor : Pimpinan Redaksi

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162