Loading...

Perhatikan Tata Ruang Budidaya Kedelai

11:12 WIB | Friday, 06-January-2017 | Pangan, Komoditi | Penulis : Julianto

Jika pemerintah ingin meningkatkan produksi kedelai, maka pola tata ruang menjadi penting, terutama untuk memanfaatkan lahan yang ada. Demikian pesan peneliti Balai Penelitian Kacang dan Umbi-umbian, Prof. Marwoto.

 

Menurutnya, jika tidak ada pola tata ruang, maka selamanya lahan kedelai akan bersinggungan langsung dengan lahan padi sawah. Apalagi selama ini, petani menanam kedelai hanya sebagai penyela waktu tanam setelah padi. Karenanya, identifikasi kesesuaian lahan harus dilakukan dalam waktu dekat.

 

“Harus terformat bahwa untuk padi itu sekian, pada musim apa saja. Kemudian setelah padi, jagung di mana saja, kapan saja. Begitu juga dengan kedelai di mana dan kapan saja. Semua harus diatur,” tuturnya.

 

Menurut dia, kedelai lebih cocok berada di dataran rendah (ketinggian di bawah 700 dpl). Tanaman ini tidak cocok untuk ditanam di dataran tinggi. Jika dipaksakan, maka tanaman akan berumur panjang (lama panen) dan produktivitas juga rendah.

 

Sebenarnya hampir keseluruhan daerah Indonesia cocok untuk budidaya kedelai. Khusus Sumatera dan Kalimantan memang harus memasukkan teknologi pengolahan tanah terlebih dahulu. “Sumatera tanahnya agak asam, harus ada perlakuan khusus dengan kapur dan sebagainya. Begitupula dengan Kalimantan,” paparnya.

 

Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat, menurut Marwoto merupakan salah satu provinsi yang cocok dan bagus untuk pengembangan kedelai. Sebab, kondisi tanah yang cocok. Tak hanya itu, barometer kesesuaian lahan untuk kedelai biasanya cocok juga untuk ditanami jagung. Yul

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Ahmad Soim

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162