Loading...

Perlu Lahan 73 Ribu Ha untuk Capai Swasembada Bawang Putih

16:27 WIB | Thursday, 05-April-2018 | Hortikultura, Komoditi | Penulis : Clara Agustin

 

 

Satu kata kunci mewujudkan swasembada bawang putih adalah perluasan areal lahan. Dengan kebutuhan tiap tahun sekitar 600 ribu ton diperlukan lahan seluas 73 ribu hektar (ha).

 

Untuk memperluas areal lahan, Kementerian Pertanian telah mewajibkan importir untuk menanam dan menghasilkan 5% dari dari volume permohonan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH). Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Pertanian No. 38/2017.

 

“Itu sudah mulai dijalankan dengan baik, seperti panen perdana pada pertengahan bulan lalu di Kabupaten Banyuwangi. Ini bukti bawang putih agroklimatnya cocok di Indonesia,” kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman di Jakarta, beberapa waktu lalu.

 

Amran menilai, kebutuhan lahan yang untuk bawang putih sangat kecil dibandingkan dengan jagung dan padi yang totalnya mencapai 21 juta ha. Berdasarkan data Badan Litbang Pertanian, potensi lahan yang cocok untuk pengembangan bawang putih seluas 629 ribu ha. Terdiri dari 259 ribu ha lahan diversifikasi (tegalan) dan 370 ribu ha lahan eketensifikasi (semak belukar).

 

“Tahun ini, Inshaa Allah sudah ada lahan 15 ribu ha. Naik sekitar seribu persen dari tahun 2014 yang cuma sekitar seribu hektar lebih. Paling lambat dalam dua tahun kedepan kita sudah swasembada,” kata Amran.

 

Sebagai upaya tersebut, Kementan juga telah membuat regulasi perbenihan, lalu penjajakan dan uji coba benih impor dari beberapa negara. “Kami juga memacu produksi benih lokal melalui kegiatan APBN dan swadaya,” ujarnya.

 

Pasokan Aman

 

Kementerian Pertanian juga memastikan agar importir segera mendistribusikan pasokan bawang putih menyusul kabar melonjaknya harga di pasaran. Dari data yang ada, seharusnya memang tidak ada kendala yang berarti dalam pengendalian harga bawang putih.

 

“Kami segera konsolidasi dengan importir untuk memasok bawang putih ke pasar agar harga terkendali,” kata Direktur Pemasaran dan Pengolahan Hasil Hortikultura, Ditjen Hortikultura, Yasid Taufik.

 

Berdasarkan pantauan perkembangan harga selama Januari sampai April, pasokan harga bawang putih relatif normal. Pasokan bawang putih ke Pasar Induk Kramat Jati selama Januari sampai Maret minggu kedua berkisar 13-24 ton/hari dengan harga berkisar 14-23 ribu/kg. Sejak Maret pasokan bawang putih ke pasar induk terjadi peningkatan dua kali lipat berkisar 36-60 ton/hari dengan harga Rp 19-21 ribu/kg.

 

“Meningkatnya pasokan bawang putih ini sejalan ddengan mulainya direalisasikan impor bawang putih oleh importir sesuai Surat Persetujuan Impor (SPI) dari Kementerian Perdagangan yang dimiliki importir,” katanya. Cla

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162