Loading...

Permentan No. 26 Tahun 2017, Regulasi Baru Susu

14:05 WIB | Tuesday, 06-March-2018 | Ternak, Komoditi | Penulis : Ahmad Soim

 

 

Untuk meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah, pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 26 Tahun 2017 tentang Penyediaan dan Peredaran Susu. Beleid baru ini mengatur pemenuhan kebutuhan protein hewani dan upaya meningkatkan produksi susu nasional.

 

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Fini Murfiani saat Sosialisasi Pedoman Teknis Pelaksanaan Permentan No. 26 Tahun 2017 tentang Penyediaan dan Peredaran Susu, beberapa waktu lalu menegaskan, untuk mewujudkan kebutuhan protein hewani, kontribusi pemanfaatan Susu Segar Dalam Negeri (SSDN) harus ditingkatkan.

 

Fini menjelaskan dunia persusuan nasional pernah mengalami masa kejayaan pada 1990-an. Saat itu SSDN dapat berkontribusi sebesar 41% terhadap kebutuhan susu nasional.

 

Namun, seiring berlakunya INPRES No 4/1998 kontribusi SSDN terus menurun. Pada  tahun 2017 produksi SSDN hanya mampu memasok sebesar 20,74% atau 922.970 ton dari total kebutuhan nasional sebesar 4.448.670 ton setara susu segar. Untuk mememenuhi kebutuhan tersebut, kekurangannya sebesar 3.525.700 ton atau 79,26 % harus dipenuhi dari impor.

 

Untuk mengatasi persoalan yang kini menyelimuti peternakan sapi perah, pemerintah menerbitkan Permentan No. 26 tahun 2017. “Keadaan saat ini harus diperbaiki dengan tools yang paling memungkinkan adalah melalui program kemitraan yang dituangkan dalam Permentan Nomor 26 tahun 2017,” kata Fini.

 

Sebagai implementasinya telah diterbitkan Pedoman Teknis Penyediaan dan Peredaran Susu. Setidaknya ada tiga pedoman. Pertama, pelaksanaan kemitraan. Kedua, pelaksanaan penghitungan supply demand susu. Ketiga, pelaksanaan, pembinaan dan pengawasan implementasi Permentan.

 

“Kemitraan diatur secara fleksibel sesuai kebutuhan peternak/gapoknak/koperasi, pembobotan sesuai kesepakatan, penilaian tergantung target dan realisasi,” kata Fini seraya menambahkan, penilaian kemitraan dilakukan Tim Analisis Penyediaan dan Kebutuhan Susu dengan memperhatikan kelayakan dari kemitraan tersebut. Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162