Loading...

Petani Keluhkan Harga Gabah Mulai Turun

17:05 WIB | Monday, 22-January-2018 | Suara Tani, Kabar Penas KTNA XV 2017 | Penulis : Julianto

mentan saat panen di bojonegoro

 

 

Panen harusnya menjadi masa yang menyenangkan bagi petani, karena bisa menuai hasil kerja keras mereka selama tiga bulan. Sayangnya, tak selamanya petani bisa menikmat itu semua.

 

Kadang yang terjadi saat panen, harga gabah turun. Seperti yang dialami petani merangkap Ketua LPPD Desa Gedongarum Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Bambang Pujianto. Kalangan petani kata Bambang mengeluhkan harga gabah yang minggu lalu masih bagus Rp 5.800/kg kini turun menjadi Rp 5.200/kg.  

 

“Pengalaman tahun lalu malah harga gabah jatuh berkisar Rp 3000 perkg tergantung kualitasnya,” keluhnya saat Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman melakukan panen di Desa Gedongarum, Kanor, Bojonegro, Senin (22/1). Hadir pada acara panen, Gubernur Jawa Timur  Soekarwo, Wakasad TNI-AD Letnan Jenderal Tatang Sulaiman, Kabareskrim Irjenpol Ari Dono Sukanto, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag  Tjahya Widayanti dan Asisten Deputi Kementerian Koordinator Perekonomian Ilyas Payong, Ketua KPPU Syarkawi Rauf.

 

Berdasarkan Inpres Perberasan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen (GKP), pemerintah menetapkan Rp 3.750/kg di tingkat penggilingan, sedangkan gabah kering giling (GKG) Rp 4.650/kg di gudang Bulog. Artinya, harga gabah di tingkat petani masih di atas HPP yang pemerintah tetapkan.

 

Di wilayah Kabupaten Bojonegoro kini memang mulai memasuki panen padi. Hal ini ditandai dengan adanya panen seluas 359 ha dari hamparan 1.783 ha di wilayah Kanor, Baureno, Bojonegoro. Petani di wilayah tersebut umumnya menanam varietas Ciherang, Inpari, Situ bagendit dan Denok dengan produktivitas 10-12 ton GKP/ha. “Kami tanam sebagian 3 kali setahun dan minimal 2 kali setahun tergantung irigasi,” katanya.

 

Menanggapi keluhan petani, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan akan selalu memperjuangan kesejahteraan petani. “Andaikan derita petani ini bisa dipindahkan ke saya, Aku wakafkan jiwa raga untuk petani,” ucapnya.

 

Pada kesempatan itu, Amran mengatakan, Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran 2018 untuk pembangunan pertanian di Jawa Timur sebesar Rp 1,7 triliun. Sedangkan bantuan untuk Kabupaten Bojonegoro untuk luasan 20.000 ha kedelai, 6.990 ha jagung, 5.400 ha padi, 50 ha bawang merah, dan 206 unit alat mesin pertanian.

 

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro, Akhmad Djupari mengatakan, panen padi di Bojonegoro pada Desember lalu seluas 4.973 ha dengan produksi 17.484 ton setara beras. Januari panen 8.227 ha dengan produksi 28.924 ton beras, Februari panen 35.779 ha 125.789 ton dan Maret diperkirakan akan panen 25.694 ha yang akan menghasilkan 90.333 ton beras.

 

Dengan jumlah penduduk Bojonegoro 1,2 juta jiwa, diperkirakan kebutuhan konsumsi masyarakat Bojonegoro sebanyak 11.488 ton beras/ bulan. Artinya dengan produksi yang ada, Januari akan ada surplus beras 17.436 ton, Februari 114.301 ton dan Maret  78.845 ton beras. Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162