Loading...

Petani Keluhkan Sulitnya Menebus Solar

12:30 WIB | Wednesday, 09-May-2018 | Nusantara | Penulis : Gesha

Bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) tentunya membutuhkan solar untuk bahan bakarnya. Namun di beberapa daerah, petani mengeluhkan sulitnya menebus solar, kendati untuk penebusan cukup menggunakan surat rekomendasi dari Kepala Dinas setempat.

 

"Alsintan banyak, tapi solar susah Pak Menteri! luar biasa susahnya!," kata sejumlah petani saat Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengunjungi mereka untuk melihat langsung praktek optimalisasi lahan menggunakan alsintan di Desa Kembangan, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa (9/5).

 

Petani yang juga PPL Pengairan, Rohadi menuturkan, petani saat ini sulit mendapatkan solar bahkan paling susah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena harus menggunakan surat dari Dinas.

 

"Kami terima kasih telah diberikan bantuan alsintan untuk mempermudah kegiatan usaha tani. Tapi tolong jangan dipersulit untuk bahan bakarnya," ujar Rohadi.

 

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga, Lily Purwanti menjelaskan, memang diperlukan adanya surat rekomendasi dari Dinas untuk menegaskan bahwa solar bersubsidi tersebut memang dipergunakan untuk pengoperasian alsintan.

 

Untuk mendapatkan surat rekomendasi ini, petani memang diminta datang ke kantor Dinas Pertanian di kabupaten, namun yang menandatangani tidak harus Kadis. "Kita sudah delegasikan kepada Kepala Bidang sehingga bisa setiap saat diambil saat petani membutuhkan," tukasnya.

 

Di dalam surat rekomendasi tersebut tertera kebutuhan solar seharian untuk dipergunakan alsintan. "Surat rekomendasi itu berlaku satu bulan sehingga setelahnya bisa diperbaharui lagi," tuturnya.

 

Pemberlakuan 1 bulan surat rekomendasi tersebut karena mengacu pada lamanya pengolahan tanah dengan menggunakan alsintan. "Setelah 1 bulan kan lahan sudah langsung ditanam," tambahnya.

 

Lily sendiri menampik adanya kesulitan peroleh solar dikarenakan kekosongan di SPBU. Menurutnya, yang biasa kosong adalah premium bersubsidi, sedangkan solar bersubsidi masih aman. Gsh/Ira

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162