Loading...

Petani Kota Dodol Diarahkan Produksi Beras Organik

16:56 WIB | Tuesday, 23-January-2018 | Pangan, Komoditi | Penulis : Tiara Dianing Tyas

Kepala Badan Karantina, Banun Harpini saat melakukan perontokan padi

 

 

Pemerintah Daerah Kabupaten Garut saat ini tengah mengarahkan petani untuk memproduksi beras organik. Harapannya adalah agar petani di Kota Dodol ini bisa mendapat nilai tambah.

 

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Beni Yoga mengatakan, pihaknya memfokuskan pembinaan terhadap petani di daerahnya agar dapat memproduksi beras organik. Saat ini dua kelompok tani di wilayah ini telah beralih berbudidaya ke padi organik, sehingga mereka kini bisa mendapatkan nilai tambah.

 

“Dengan bantuan BUMDES telah disiapkan peralatan vacuum frying. Ke depan diharapkan bantuan untuk pengemasan dan pelabelan, seperti halnya petani di sentra padi utama lainnya di Jabar,” katanya.

 

Sementara itu, Kepala Badan Karantian yang juga Penangung Jawa Upsus Jawa Barat, Banun Harpini mengatakan, tim UPSUS Jabar tengah berkoordinasi menyiapkan hilirisasi produk pertanian, termasuk di Kabupaten Garut agar petaninya mendapatkan nilai tambah.

 

“Kami terus mendorong tim untuk lakukan pendampingan dan bantuan hilirisasi produk pertanian guna percepatan perwujudan kedaulatan pangan, sehingga petani pun mendapatkan nilai tambah dan jaminan pasar yang pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan,” tuturnya saat Gerakan Panen dan Serap Gabah Petani Kabupaten Garut di Desa Karangsari, Kecamatan Pangantikan, Kabupaten Garut.

 

Panen yang dilakukan di lahan seluas 10 ha dari 70,2 ha luas lahan di Desa Karangsari dan 517 ha se-Kecamatan Pangatikan ini dihadiri Danrem 0206 Tarumanegara, Kolonel Tatan; Dandim 0611/ Garut Letkol Inf Asyraf Aziz, Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Tri Agustin Satriani, Kepala Desa Karang Sari, Asep Burso; Kasub Divre Bulog Ciamis, Sulais.

 

Varietas padi yang ditanam di desa ini adalah Ciherang dan Mekongga, dengan produktivitas 7 ton/ha. Sementara harga Gabah Kering  Petani (GKP) Rp 5.400 - 5.600/kg, sedangkan untuk Gabah Kering Giling (GKG) Rp 6.200 - 6.400/kg.

 

Keberhasilan petani, penyuluh, Babinsa dan pemerintah Kabupaten Garut mencapai surplus beras sebanyak 228 ribu ton mendapat apresiasi dari Penanggung Jawab Upaya Khusus (UPSUS) Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale) Provinsi Jawa Barat. Tia

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162