Loading...

Pola Tanam Akurat Berkat MAPDAS

17:42 WIB | Wednesday, 20-June-2018 | Inovasi Teknologi, Iptek | Penulis : Kontributor

Contoh hasil MAPDAS

Pola tanam pertanian tentu harus dilakukan secara akurat untuk mendapatkan hasil optimal. Beragam inovasi teknologi terus dikembangkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian (Balitbangtan Kementan) guna keakuratan pola tanam. Terbaru, MAPDAS dikembangkan sebagai model simulasi.

 

Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), Prof. Dedi Nursyamsi menyampaikan bahwa inovasi ini melengkapi aplikasi yang sudah ada seperti KATAM, MODIS, dan lain-lain.  Model Aliran Permukaan Daerah Aliran Sungai (MAPDAS) merupakan model simulasi aliran permukaan daerah aliran sungai (DAS) dengan interval sesaat mendekati real time (jam bahkan menit).

 

Dengan menggunakan 4 (empat) parameter input utama simulasi yang meliputi koefisien aliran permukaan (Kr), waktu jeda, kecepatan aliran jaringan hidrografi, dan kecepatan aliran lereng, aplikasi ini mampu digunakan untuk simulasi aliran permukaan pada  DAS (daerah aliran sungai) skala mikro (<100 ha) hingga skala makro (>100 km2). "Kualitas simulasinya juga sangat memadai hingga 90% tingkat kemiripan dengan lokasi asli," tambah Prof Dedi.

 

Karenanya, aplikasi ini mampu membuat simulasi aliran permukaan dalam beberapa skenario perubahan tutupan lahan sehingga dapat digunakan untuk membuat rekomendasi pola tanam secara cepat dan akurat terutama untuk tanaman pangan. Se[erti yang diungkapkan Kepala Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi (Balitklimat) Dr Harmanto

 

Sementara itu, menurut Peneliti Hidrologi Balitklimat, Budi Kartiwa adanya pemodelan yang akurat seperti MAPDAS sangat berguna bagi perencana pertanian, penyuluh, hingga petani untuk bisa menyusun rekomendasi pola tanam terutama untuk tanaman pangan.

 

Di masa depan, Presicion farming (pola pertanian yang akurat) menjadi bagian dari yang tidak terelakkan untuk menunjang pertanian digital. Terlebih disaat bergesernya pertanian menuju industri 4.0, dimana inovasi teknologi serta mekanisasi menjadi tulang punggung kemajuan pertanian. "Dengan demikian, model ini secara signifikan akan meningkatkan efisiensi biaya produksi dan proses pengambilan keputusan akan lebih cepat dan tepat," tegas Hermanto (Mumuh Buhari/gsh)

 

 

 

 

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162