Loading...

Potensi SDM Pertanian Belum Optimal

15:00 WIB | Monday, 05-December-2016 | Nasional | Penulis : Kontributor

Potensi Sumberdaya manusia (SDM) pertanian belum optimal. Karenanya bangsa Indonesia hingga kini belum menjadi produsen pertanian terbesar di dunia. Namun untuk mendapatkan SDM yang berkualitas dan berintegritas tak bisa muncul begitu saja, perlu dibentuk melalui pendidikan dan pelatihan.

 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Kementerian Pertanian (BPPSDMP-Kementan), Pending Dadih Permana saat membuka diskusi pengembangan sumberdaya manusia di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Malang, beberapa waktu lalu mengakui, jika di lihat dari sumberdaya alam, bangsa Indonesia tergolong kaya, baik di dalam bumi hingga permukaan.

 

Belum lagi faktor geografis dan iklim yang membawa keuntungan berlipat bagi Indonesia. Hampir seluruh kegiatan budidaya pertanian bisa terpenuhi sepanjang tahun dibandingkan dengan negara lain.

 

Mengapa Indonesia masih sulit berdiri sebagai produsen pertanian terbesar di dunia? Kuncinya semua berada pada kemampuan SDM. “Kekayaan alam akan menjadi nyata (menghasilkan), jika SDM yang ada mampu mengaktualisasikan (mewujudkan) potensi tersebut,” tutur Dadih.

 

Karena itu menurut Dadih, setiap sektor harus mampu menyediakan sumberdaya manusia yang handal. Tidak terbatas aparatur pemerintah, tapi seluruh stakeholder atau pemangku kepentingan dari berbagai sektor hingga berbagai disiplin ilmu untuk bisa mengaktualisasikan potensi sumberdaya alam yang ada.

 

Untuk sektor pertanian, Dadih berpendapat, yang mengawal proses produksi sampai di hilir harus benar-benar SDM yang terjamin kualitasnya. Karenanya, peranan lembaga pendidikan dan pelatihan, baik yang dikelola pemerintah maupun swasta menjadi sangat strategis mempersiapkan SDM yang berkualitas, memiliki daya saing, dengan komitmen yang tinggi dan berintegritas.

 

“Kalau hanya keahlian dan kemampuan tanpa integritas, orang akan mempertanyakan. Di setiap pelatihan yang dilakukan, tentunya harus bisa ditanamkan jiwa perjuangan  yang akan bentuk komitmen dan integritas,” tegas Dadih. Dengan adanya modal besar berupa SDM yang berkomitmen dan berintegritas, Dadih optimis Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia.

 

Dalam pengembangan SDM, BPPSDMP memiliki berbagai balai pelatihan dan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian STPP. “Kesemuanya merupakan institusi yang dipersiapkan untuk berkomitmen meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM pertanian,” kata Dadih.

 

Dadih mengungkapkan, masing-masing daerah juga memiliki balai diklat pertanian. Dengan demikian, kerjasama dengan balai besar UPT BPPSDMP perlu terus dilanjutkan untuk mewujudkan sumberdaya manusia berkualitas dan berintegritas. Gsh

 

UPT Diklat Pertanian

 

  1. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi (perkebunan agribisnis)
  2. BPP Lampung (perkebunan, tanaman pangan dan hortikultura)
  3. BPP Lembang (hortikultura)
  4. BPP Cinagara, Bogor (kesehatan hewan)
  5. Pusat Pelatihan dan Manajemen Kepemimpinan di Ciawi, Bogor
  6. Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu, Malang.
  7. Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan, Malang.
  8. Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang, NTB
  9. Balai Besar Mekanisasi Pertanian di Batangkaluku, Makassar.
  10.  Balai Pelatihan Pertanian Binuang, Banjarbaru.

 

 

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162