Loading...

Presiden Arahkan Petani untuk Membentuk Korporasi

13:35 WIB | Monday, 02-July-2018 | Nasional | Penulis : Clara Agustin

Presiden Ri, Joko Widodo saat meninjau stahd petani di ASAFF 2018

Pangan Indonesia terletak pada kekuatan dan kebersamaan petani berkelompok. Hal tersebut disadari betul oleh Presiden RI, Joko Widodo. Sehingga, dorongan dan arahan kepada petani untuk membentuk korporasi terus digaungkan.

 

Seperti yang terjadi saat orang nomor satu di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini membuka Asian Agriculture  and Food Forum (ASAFF) di akhir pekan lalu. Presiden kembali menghimbau petani agar tidak bekerja secara sendiri-sendiri karena mereka memiliki berbagai keterbatasan.

 

Para petani harus membuat kelompok melalui Kelompok Tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Bahkan presiden mengharapkan agar petani membuat kelompok lebih besar lagi sehingga berbentuk korporasi petani. Ini akan menjadi kekuaran besar. “Kalau swasta besar bisa, saya meyakini petani juga bisa,” tegas Presiden.

 

Joko Widodo menekankan bahwa urusan pangan adalah urusan masa depan yang tidak mungkin tergantikan oleh apapun. Hal ini berarti bahwa profesi petani adalah profesi strategis sekaligus mulia yang akan berlangsung sepanjang masa. 

 

Karena itu, Presiden mengajak petani tidak hanya melakukan pertanian on-farming tapi juga masuk ke off-farming, pasca panen. Keuntungan terbesar itu bukan saat menanam atau panen, melainkan pasca panen termasuk ketika menjual. Presiden berharap petani ini bisa menjual beras, tidak hanya menjual gabah. Beras tersebut dijual dalam bentuk kemasan dan petani harus bisa menjual sampai ke konsumen. Petani harus menguasai urusan bisnisnya, urusan pemasaran, selain membuat produk yang berkualitas.

 

Presiden mengimbau para petani agar tidak hanya berfokus kepada padi saja tapi juga mengembangkan komoditas lain yang memiliki nilai tambah. Indonesia dikenal sebagai negara rempah yang terkenal di dunia. “Mari kita kembalikan kejayaan rempah Nusantara dan juga pengembangan buah tropik khas Indonesia,” tutur Presiden.

 

Asian Agriculture and Food Forum (ASAFF)

 

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Moeldoko mengapresiasi Presiden yang menyambut kehadiran para petani, anggota dan mitra HKTI secara terbuka. Bahkan sebagian dari petani tidak pernah membayangkan sebelumnya dapat bertemu Presiden dengan diundang datang ke Istana Negara dan beberapa diantaranya sempat berdialog dengan Presiden.

 

Mengenai Asian Agriculture and Food Forum (ASAFF), Moeldoko menuturkan kegiatan tersebut merupakan salah satu program strategis HKTI untuk membangun dan mengembangkan pertanian Indonesia. Bahkan, lebih dari itu untuk membangun kekuatan pangan dan pertainan Asia sehingga negara-negara di Asia dapat saling bekerjasama baik dalam produksi pertanian, teknologi pertanian, maupun pasar. 

 

Kekuatan pangan Asia menjadi modal utama untuk menjadi pusat lumbung pangan dunia.  “Kami ucapkan selamat kepada para inovator kita yang kita harapkan terus berkarya dan karyanya dimanfaatkan untuk membangun ekonomi Indonesia, kemandirian nasional, dan kesejahteraan petani,” ujar Moeldoko.

 

Untuk diketahui, ASAFF 2018 adalah event yang pertama kali diselenggarakan HKTI secara besar bahkan hingga ke tingkat regional. Event ini diikuti tujuh negeara: Indonesia, Timor Leste, Iran, Singapura, India, Malaysia, TETO Taiwan. “Kami berterima kasih atas partisipasi dan dukungan negara-negara sahabat. Kami berharap ASAFF pada tahun-tahun berikutnya diselenggarakan di negara-negara sahabat sebagai bagian dari kerjasama negara Asia,” pungkas Moledoko. (cla)

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162