Loading...

Puslitbanghorti Jalin Kerja sama Internasional

16:01 WIB | Wednesday, 09-May-2018 | Komoditi, Hortikultura | Penulis : Clara Agustin

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura (Puslitbanghorti) Kementerian Pertanian menjalin kerja sama dengan lembaga riset Australia ACIAR, Universitas Adelaide dan IPB, melakukan penelitian bersama bertopik ‘Improving Market Integration for High Value Fruit and Vegetable in Indonesia’.

 

Menurut Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Hardiyanto, tujuan kerja sama ini antara lain untuk mempromosikan dan meningkatkan nilai tambah buah dan sayuran segar yang dihasilkan petani kecil.

 

Tujuan lainnya adalah untuk mempercepat dan mempertahankan pertumbuhan dan pengembangan industri buah dan sayuran yang berkontribusi untuk ketahanan pangan, mengurangi angka kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja.

 

“Kerja sama ini berlangsung tiga tahun, yang dilakukan di sentra produksi seperti sayur, cabai, bawang, mangga dan jeruk,” jelasnya saat acara Improving Market Integration for High Value Fruits and Vegetable in Indonesia di Bogor, selasa (8/5).

 

Kerja sama penelitian tidak hanya dalam kegiatan riset, tetapi juga memberikan rekomendasi kepada pemerintah pusat dan daerah untuk mendukung pengambilan kebijakan. “Bagaimana proses dari tanam sampai panen hingga pengolahannya juga bagaimana tindak lanjutnya sehingga dapat bermanfaat bagi petani,” jelas Hardiyanto.

 

Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan pengawalan dan edukasi, sehingga petani mengetahui bagaimana menjalankan usaha tani dengan baik dari on-farm sampai off-farm.

 

“Adanya kerja sama penelitian ini menunjukkan institusi kita bertaraf internasional, pengetahuannya berkembang dan kualitas risetnya tidak kalah dengan luar negeri,” tutur Hardiyanto.

 

Kepala Bidang Kerja sama dan Pendayagunaan Hasil Pertanian Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Idha Widi Arshanti menekankan, kerja sama penelitian internasional ini target utamanya adalah petani.

 

Diharapkan nantinya petani mampu menghasilkan produk yang berkualitas tinggi serta bisa mengakses pasar premium bahkan hingga pasar ekspor. Karena selama ini kelemahan petani di tanah air adalah cukup sulit untuk menjangkau pasar premium dan ekspor.

 

“Kami berikan bimbingan, pelatihan dan arahan yang harus dilakukan petani dalam memperbaiki kualitas atau performa produk yang dihasilkannya. Dengan demikian, mereka dapat menjangkau pasar premium dan ekspor sehingga pendapatannya pun dapat meningkat,” terang Idha. Cla/Ira

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162