Loading...

Realisasi Cetak Sawah Naik Pesat

16:53 WIB | Monday, 06-November-2017 | Nasional | Penulis : Indarto

Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan program cetak sawah yang bekerjasama dengan TNI AD  sejak tahun 2015 berjalan dengan baik. Kini hasil cetak sawah tersebut telah dimanfaatkan petani. Bahkan hasil audit BPK, program kerjasama tersebut sudah sesuai dengan Peraturan Presiden No. 54 tahun 2010, khususnya tentang Pengadaan Barang dan Jasa.

 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, realisasi fisik cetak sawah pada 2016 sudah mencapai 129.076 ha, atau sebanyak 97,67% dari target. Realisasi ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2015 yang realisasinya seluas 20.070 ha.

 

“Seluruh hasil cetak sawah sudah dimanfaatkan petani," kata Amran, usai menerima Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Kepala Staf Angkatan Darat terkait cetak sawah, di Jakarta, Senin (6/11).

 

Soal anggaran, Amran menegaskan, untuk cetak sawah di sejumlah daerah dilakukan secara transparan. Tercatat, realisasi anggaran cetak sawah pada 2015 sebesar Rp 337,9  miliar atau sebesar 86,42%, sedangkan tahun 2016 mencapai Rp 2,059 triliun atau 96,89% dari pagu anggaran.

 

Kegiatan cetak sawah dikembangkan dengan pola community development. Artinya, cetak sawah menekankan partisipasi dan empowerment petani agar petani merasa memiliki dan menjaga keberlanjutannya. “Kegiatan cetak sawah yang tak sanggup dikerjakan petani dilakukan Kementan bersama TNI dengan menggunakan alat-alat berat,” ujarnya.

 

Dalam kegiatan cetak sawah ungkap Amran, menggunakan pola swakelola berdasarkan Perpres No. 54 tahun 2010 pasal 26 ayat 2 huruf a. Salah satu pelaksana pola swakelola adalah kerjasama instansi pemerintah lainnya. Pelaksanaan cetak sawah swakelola dilakukan dalam rangka memanfaatkan kemampuan teknis SDM TNI AD. “Swakelola dengan TNI AD bisa berjalan dengan baik sampai saat ini,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Staf Angkatan Darat (AD), Jenderal TNI Mulyono mengatakan,  peran TNI AD  adalah memberi pendampingan  ke Kementan. Bahkan, sesuai UU No. 34 tahun 2004 tentang TNI, ada 14 tugas operasional  militer selain perang. “Salah satunya adalah membantu Pemda dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan melancarkan pembangunan,” katanya.

 

Menurut Jend. Mulyono, yang ditugaskan memberikan pendampingan adalah satuan komando kewilayahan. Sedangkan Dinas Zeni AD bertugas melakukan cetak sawah. "Ada pandangan kalau TNI AD turun ke sawah profesinya terganggu?  Tidak. Karena anggota yang kita turunkan sesuai dengan tupoksinya.  Sehingga, TNI AD tak kawatir kehilangan profesinya," katanya.

 

Mulyono mmeinta masyarakat untuk bersabar dengan hasil cetak sawah. Sebab, lahan yang baru dibuka, kualitas tanahnya tidak akan sama dengan lahan sawah yang sudah lama. Apalagi dengan bukaan lahan sawah sudah tentu akan mengubah pola kerja masyarakat dan membentuk kebiasaan yang baru. "Karena itu kami terus melakukan pendampingan agara lahan sawah yang digarap bisa optimal," ujarnya.Idt

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162