Loading...

RI Dukung Pembentukan Pusat Koordinasi Kesehatan Hewan Asean

17:09 WIB | Tuesday, 03-October-2017 | Nasional | Penulis : Julianto

Pemerintah Indonesia mendukung pembentukan ASEAN Coordinating Center for Animal Health and Zoonoses atau ACCAHZ dalam upaya pencegahan dan pengawasan penyakit lintas batas dan zoonoses di kawasan. 

 

Hal itu disampaikan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam pertemuan Pertemuan ASEAN Ministers on Agriculture and Forestry (AMAF) dan ASEAN Ministers on Agriculture and Forestry Plus Three ke-17 (Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan). Pertemuan yang berlangsung 28-29 September itu dibuka resmi Wakil Perdana Menteri Thailand, Air Chief Marshal Prajin Juntong.

 

“Rencana pembentukan center ini akan mendukung program Pemerintah Indonesia dalam upaya pencapaian swasembada daging Indonesia. Terutama untuk mencegah masuknya berbagai penyakit hewan melalui perbatasan-perbatasan Indonesia dengan negara-negara ASEAN,” kata Andi Amran Sulaiman selaku Ketua AMAF Indonesia yang memimpin delegasi Indonesia.

 

Pada kesempatan itu Amran  juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung upaya peningkatan ketahanan dan keamanan pangan di kawasan. Salah satunya mendukung pengesahan Panduan ASEAN dalam penggunaan  anti microbial pada ternak yang tidak hanya akan melindungi kesehatan hewan tapi juga kesehatan masyarakat di kawasan ASEAN.

 

Secara umum pertemuan ini bertujuan untuk membahas sejumlah dokumen kerja sama yang telah direkomendasikan SOM AMAF. Misalnya, kerja sama sub sektor peternakan, tanaman pangan, perikanan, kehutanan. Pada sektor ketahanan pangan, para Menteri ASEAN menyepakati ASEAN Regional Guidelines on Food Secusrity and Nutrition Policy sebagai kerangka umum untuk memperkuat kerja sama ketahanan pangan dan nutrisi yang lebih kuat di kawasan.

 

Dalam rangka meningkatkan kualitas dan keamanan produk pertanian serta memfasilitasi perdagangan produk pertanian ASEAN, para Menteri ASEAN menyetujui 10 dokumen. Yakni terkait harmonisasi Maximum Residue Limits (MRLs), mekanisme registrasi vaksin hewan di ASEAN, sistem identifikasi dan ketertelusuran hewan di ASEAN, dan standar ASEAN untuk produk hortikultura seperti jagung muda, buncis, jamur dan talas.

 

Pada sektor perikanan, pertemuan tingkat Menteri ini mengesahkan dokumen ASEAN Catch Documentation Scheme for Marine Capture Fisheries sebagai salah satu alat untuk memerangi IUU Fishing dan menjamin legalitas produk perikanan ASEAN, sehingga meningkatkan daya saing di pasar global. Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162