Loading...

RI Lirik Pasar Ekspor Jagung Milik AS dan Argentina

15:00 WIB | Wednesday, 01-November-2017 | Pangan, Komoditi | Penulis : Julianto

Produksi jagung di dalam negeri telah menunjukkan peningkatan yang cukup berarti. Bahkan pemerintah kini bukan hanya berupaya mengisi pasar dalam negeri, tapi mulai melirik pasar ekspor di negara-negara yang selama ini mengimpor dari Amerika Serikat (AS) dan Argentina.

 

Kementerian Pertanian tahun ini telah mencanangkan swasembada jagung. Dengan kata lain produksi jagung akan bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri. Beberapa wilayah yang merupakan sentra produksi jagung seperti Gorontalo terus dikembangkan dan ditingkatkan produksinya.

 

“Alhamdulillah hari ini, ini adalah sejarah baru, kita sudah tidak impor lagi jagung, bahkan kita sudah ekspor,” kata Amran saat pelepasan pengiriman sebanyak 2.350 ton jagung ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, beberapa waktu lalu di Gorontalo.

 

Keberhasilan Indonesia mencapai swasembada jagung menurut Amran, tidak lepas dari keberhasilan daerah meningkatkan produksi Indonesia. Ada beberapa daerah yang menjadi lumbung jagung nasional yakni Gorontalo, NTT, NTB, Sulsel, Jawa Timur, Lampung.

 

Indonesia saat ini sedang melirik potensi pasar luar negeri yang sebelumnya hanya menjadi langganan impor jagung dari AS dan Argentina. Beberapa negara tetangga juga menunjukkan keseriusan mengimpor jagung dari Indonesia. Bahkan Menteri Pertanian Malaysia pertengahan tahun 2017 sempat datang lagsung ke Indonesia dan berencana mengimpor jagung dari Indonesia.

 

“Kalau ini (lumbung jagung) bisa dikembangkan lagi di daerah-daerah lain, kami yakin bisa memenuhi kebutuhan negara tetangga,” ujar Amran Optimis. Malaysia, lanjut Amran, memerlukan jagung sebanyak 3 juta ton dengan nilai Rp 9 triliun, Filipina perlu 1 juta ton (Rp 3 trilun). Berarti ada sebanyak 4 juta ton atau senilai Rp 12 triliun yang bisa diisi Indonesia. Itu hanya dua negara tetangga.

 

Dengan potensi permintaan jagung yang datang dari luar negeri cukup besar, Kementerian Pertanian mengajak petani dan seluruh elemen masyarakat mengisi potensi ini. Tentunya Kementerian Pertanian juga menberikan dorongan seperti benih, pupuk, serta program yang mampu meningkatkan produksi jagung. Beberapa upaya telah dilakukan seperti integrasi kelapa sawit dan jagung seperti yang telah sukses dilakukan di provinsi Sumatera Barat.

 

Saat pelepasan jagung Gorontalo tersebut, hadir juga Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Bupati Boalemo Darwis Moridu, serta Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Roem Kono. “Bismillahirrohmanirrohim, kita kirim 2.350 ton (jagung), dan kami tahu Gorontalo juga sudah pernah mengekspor ke Filipina, ke depan kita percepat ekspor (jagung)”, kata Amran sebelum pelepasan.  Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162