Loading...

Sejahterakan Petani lewat Digitalisasi Pertanian

22:53 WIB | Thursday, 07-June-2018 | Nasional | Penulis : Gesha

Presiden Joko WIdodo menyaksikan langsung launching Logtan sebagai bentuk digitalisasi pertanian

Dunia pertanian Indonesia memasuki sebuah era baru, menapaki jejak-jejak perkembangan digitalisasi yang berkembang begitu pesat - Digitalisasi Sistem Pertanian. Sebuah program yang secara garis besar berupaya meningkatkan kesejahteraan para petani Indonesia dengan mendekatkan Korporasi Gapoktan dengan pelayanan BUMN dan Pasar tanpa ruang jarak dan waktu.

 

Keinginan produk pertanian untuk bisa menembus pasar, nampaknya akan mudah terwiujud dengan adanya Digitalisasi Sistem Pertanian. Presiden Joko Widodo sudah meresmikan percontohannya pada Mitra BUMDes Bersama (MBB) Sliyeg di Indramayu, Jawa Barat, Kamis (7/6).

 

Bersama Kementerian BUMN, Kementerian Desa, Kementerian Pertanian, beserta Pemerintah Daerah (Pemda), Jokowi melihat secara langsung MBB bisa menjadi contoh pengembangan korporatisasi petani di era digital. MBB Sliyeg sendiri menjadi pilot project kewirausahaan petani yang menerapkan sistem digitalisasi pertanian dengan aplikasi 'Logistik Tani’ (LOGTAN) sebagai platform.

 

"Ini adalah sebuah contoh pertama yang akan saya ikuti, saya lihat, selama 6 bulan ke depan. Kalau ini berjalan dengan baik, kita akan lakukan di seluruh Tanah Air dalam mengorganisasi petani. Karena setelah kita pelajari, keuntungan terbesar dari pertanian itu didapat bukan dari pratanam, atau saat menanam, tetapi yang paling banyak adalah di pascapanennya," ujar Presiden.

 

Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang mendampingi Presiden menyatakan, dengan digitalisasi sektor pertanian akan mendorong pendapatan petani lebih tinggi. Dia menjelaskan, dengan program ini maka petani dapat mendorong daya jual produksinya. Hal ini dengan menambah pengolahan pasca panen, bukan lagi menjual gabah tapi menjual beras yang sudah dalam kemasan. Dia pun menekankan, melalui program tersebut pendapatan petani bisa meningkat 10%.

 

Aplikasi Lengkap

 

Direktur Digital and Strategic Portofolio PT Telkom (Persero), David Bangun yang mengembangkan aplikasi platform untuk digitalisasi pertanian ini menyatakan Logtan merupakan aplikasi yang berguna bagi petani sekaligus stakeholders pertanian. Bagi petani, aplikasi ini bisa mengakses layanan BUMN di empat masa tanam yaitu pra tanam, tanam, pascapanen dan panen. Sedangkan bagi stakeholders pertanian, bisa mengakses data profil dan riwayat lahan petani sehingga bisa menjadi Big Data yang bisa diolah menjadi informasi bagi tenaga pendamping petani.

 

Mengenai layanan BUMN yang dimaksud, David memaparkan pada saat pra tanam, petani bisa mengakses Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dari Jasindo atau Kredit Usaha Rakyat dari Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) yang terdiri dari BTN, BRI, BNI dan Mandiri. Selain kredit, layanan pra tanam lainnya adalah distribusi pupuk, penyediaan benih hingga pendampingan dari PT Pupuk Indonesia.

 

Sedangkan untuk pascapanen, petani dapat mengakses layanan penjualan hasil tani dan distribusi hasil tani dari PT Pupuk Indonesia Pangan, PT Permodalan Nasionall Petani, Perum Bulog dan PT Pegadaian. Uuntuk penyimpanan, ada fasilitas dan resi gudang dari PT Pupuk Indonesia Pangan dan Perum Bulog. "Khusus disini, layanan itu bisa diakses di kantor MBB Sliyeg Indramayu. Dengan kata lain, MBB ini berperan sebagai integrator dari semua BUMN dalam menunjang bidang pertanian. Nantinya para petani cukup berhubungan dengan MBB bila memerlukan KUR (Kredit Usaha Rakyat), kebutuhan benih, sarana produksi pertanian, serta asuransi bila gagal panen," paparnya.

 

David menegaskan digitalisasi pertanian ini diintegrasikan dengan Kartu Tani, dimana yang menjadi acuan data adalah Kementerian Pertanian. Direncanakan ada delapan wilayah lainnya di Jawa Barat yang akan menjadi percontohan digitalisai pertanian antara lain Karawang, Majalengka, Ciamis, Cianjur. (gsh)

 

 

 

agi petani, aplikasi bisa dipakai untuk mengakses layanan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di empat masa tanam; yakni pra tanam, tanam, pasca panen, dan panen. Sedangkan stakeholder terkait, misalnya Telkom sendiri, melalui dashboard yang terhubung ke aplikasi akan bisa memasukan dan mengakses berbagai data profil serta riwayat lahan petani. Hasilnya berupa big data yang bisa diolah lagi menjadi informasi pendamping pertanian.


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Telkom Kembangkan Aplikasi untuk Digitalisasi Pertanian", https://ekonomi.kompas.com/read/2018/01/14/141600426/telkom-kembangkan-aplikasi-untuk-digitalisasi-pertanian.

Penulis : Yoga Hastyadi Widiartanto

Direktur Digital and Strategic Portofolio Telkom, David Bangun


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Telkom Kembangkan Aplikasi untuk Digitalisasi Pertanian", https://ekonomi.kompas.com/read/2018/01/14/141600426/telkom-kembangkan-aplikasi-untuk-digitalisasi-pertanian.

Penulis : Yoga Hastyadi Widiartanto

Direktur Digital and Strategic Portofolio Telkom, David Bangun mengatakan, hal ini merupakan aplikasi yang berguna bagi petani sekaligus pemangku kepentingan dalam proses digitalisasi pertaninan.


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Telkom Kembangkan Aplikasi untuk Digitalisasi Pertanian", https://ekonomi.kompas.com/read/2018/01/14/141600426/telkom-kembangkan-aplikasi-untuk-digitalisasi-pertanian.

Penulis : Yoga Hastyadi Widiartanto

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162