Loading...

Sejumlah Tokoh Deklarasikan Pendirian Museum Pertanian

16:30 WIB | Wednesday, 18-April-2018 | Nasional | Penulis : Julianto

foto bersama usai dekralasi Museum Pertanian Indonesia

 

 

Sejumlah tokoh dan mantan pejabat Departemen Pertanian  (kini, Kementerian Pertanian) mendeklarasikan berdirinya Museum Pertanian. Museum ini nantinya, bukan hanya menampilkan sejarah pertanian Indonesia, tapi juga pengetahuan dan teknologi pertanian, sehingga generasi muda tertarik terjun ke dunia pertanian.

 

Gedung Riset Perkebunan Nusantara (RPN) yang terletak di Jalan Salak, Bogor, menjadi saksi sejarah pertanian Indonesia. Selasa (17/4), tepat pukul 12.30, di gedung tersebut sejumlah tokoh pertanian Indonesia mendeklarasikan berdirinya Museum Pertanian. Deklarasi ditandai dengan penandatangani kesepakatan berdirinya Museum Pertanian Indonesia.Sebelum dekralasi diadakan diskusi Manjamen Sumberdaya Berkelanjutan.

 

Tokoh yang hadir diantaranya, Prof. Sjarifudin Baharsjah dan Prof. Yustika Baharsjah (keduanya pernah menjadi Menteri Pertanian), Ir. Suswono (mantan Menteri Pertanian), Seodjai Kartasasmita (tokoh perkebunan), Rusman Heriawan (mantan Kepala BPS dan Wakil Menteri Pertanian)  dan Dr. Efendi Pasandaran (pakar manajemen konservasi SDA).

 

Hadir juga Dr. A.H. Rahadian (mantan Irjen Kementerian Pertanian), Dr. Djoko Budianto (mantan Kepala Balitbang Pertanian), Dr. Sinis Munandar (mantan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian), Dr. Agus Pakpahan (mantan Dirjen Perkebunan dan Deputi BUMN), Dr. Teguh Wahyudi (Direktur Utama PT. RPN) dan Ir. Moh Badrun (mantan Dirjen Perkebunan).

 

Saat deklarasi Museum Pertanian, Soedjai Kartasasminta, salah seorang penggagas mengatakan, Museum Pertanian yang akan didirikan tidak hanya menampilkan sejarah atau history. Sebab jika hanya hal itu, maka pengunjungnya sebagian besar pasti orang-orang yang berumur 40 tahun ke atas, bahkan rasio yang lebih besar untuk mereka yang berumur lebih dari 60 tahun. “Yang akan ditampilkan adalah pengetahuan atau science, sehingga pengunjung Museum Pertanian akan dikunjungi orang-orang muda,” katanya.

 

Karena itu motto Museum Perkebunan ini adalah Connecting the Past to the Future. Soedjai mengambil pelajaran dari Museum Perkebunan yang berada di Medan, Sumatera Utara. Dengan memasukkan unsur-unsur art dan children, ternyata hasilnya mengagumkan. Sejak dibuka pada 10 Desember 2016 pengunjung yang tercatat selama 15 bulan sudah mencapai 55.000 orang yang sebagian besar terdiri dari pelajar SD, SMP, SMA dan  mahasiswa. “Kini Museum Perkebunan menjadi bench mark untuk museum-museum di Sumatera Utara dan juga bagi museum-museum di tingkat nasional,” tuturnya.

 

Rusman Heriawan (mantan Kepala BPS dan Wakil Menteri Pertanian) mendukung penuh berdirinya Museum Pertanian ini. “Saya setuju banget. Kalau perlu kita manfaatkan gedung depan kantor Pertanian (PIA,red) sebagai lokasi Museum Pertanian,” tegasnya. Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162