Loading...

Seperti Apa Syarat Jadi Petani dan Penyuluh Pertanian Teladan 2018

22:05 WIB | Friday, 29-June-2018 | Kontak Tani Sukses | Penulis : Ahmad Soim

Rapat Persiapan Penerimaan Penghargaan Nasional Tahun 2018

17 Agustus 2018 tinggal satu bulan lagi. Saat itu para teladan diundang ke Istana Kepresidenan Jakarta mengikuti upacara Kemerdekaan RI dan bertemu langsung dengan Presiden RI Joko Widodo. Para teladan dari petani dan Penyuluh Pertanian (PPL) pada tahun 2018 hanya ada 3 wakil  per katagori dengan lima katagori.

 

 

 

Menjadi teladan dari kalangan petani dan PPL pada peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun ini sangatlah spesial. Di samping jumlahnya penerimanya hanya sedikit, yakni hanya 3 teladan per katagori dari sebelumnya 34 teladan per katagori, juga betul-betul dipilih dari mereka benar-benar bisa menjadi teladan bagi bangsa Indonesia.

 

 

“Usulan teladan dari provinsi sudah kita buka pada 19 Maret – 4 Mei dan diperpanjang hingga 31 Mei,” kata Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Siti Munifah pada Rapat Persiapan Penghargaan Tingkat Nasional Tahun 2018 di Jakarta.

 

 

 

Ada 25 provinsi yang mengirimkan wakil nominasi teladan nasional. Dari mereka lanjutnya saat ini sedang dinominasi 5 teladan per katagori. “Selanjutnya akan dipilih 3 teladan dengan melakukan verifikasi administrasi dan teknis di lapangan,” tambah Kapusluh Pertanian.

 

 

 

Lima katagori teladan yang diberikan pengharagaan nasional pada tahun ini yang akan diusulkan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian adalah Petani Teladan, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Teladan, Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) Teladan, Penyuluh Pertanian Teladan dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Teladan.

 

 

 

 Untuk keterbukaan publik dalam proses penyeleksian, Pusat Penyuluhan Pertanian mengundang Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir, Ketua Komisi Penyuluhan Pertanian (KPPN)  Prof Sumardjo, Wakil Media Ahmad Soim dari Tabloid Sinar Tani rapat persiapan penilaian bersama tim penilai dari Kementan. 

 

 

 

“Profil Penyuluh Pertanian yang kita nominasikan menjadi teladan pada tahun ini harus menjadi teladan dalam dua hal, yakni dalam aspek manajemen dan teknis penyuluhan. Secara menajemen Penyuluh Pertanian di antaranya bisa menjadi teladan dalam meningkatkan nilai kelompok tani, gapoktan dan KEP yang dibinanya, berhasil mendorong petani dalam menyusun RDKK, berhasil mengembangan sistem pertanian terpadu di kalangan petani dan mampu melakukan regenerasi petani atau menarik orang menjadi petani sukses,” tambah Siti Munifah.

 

 

 

Secara teknis Penyuluh Pertanian Teladan, dia harus mampu merespon dan berhasil menjalankan program-program Kementan seperti Luas Tambah Tanam (LTT), gerakan optimalisasi alat dan mesin pertanian, serap gabah dan lainnya.

 

 

 

Untuk katagori Petani Teladan adalah petani yang inovator untuk usahatani dan pengembangan usahataninya, memiliki jaringan yang luas, aktif dalam asosiasi pertanian atau organisasi tani, dan memiliki pendapatan yang signifikan dari usaha tani sebanding dengan luas lahan yang dimiliki.

 

 

 

“Kalau KEP Teladan yang paling penting sudah bisa melakukan pendekatan pasar, punya bargaining atau posisi tawar karena kemampuannya menggabungkan gapoktan-gapoktan menjadi Koperasi, PT, BUMP atau lainnya dalam pengadaan sarana produksi, pengolahan dan pemasaran produknya,” tambah Kapusluh Pertanian kepada Sinar Tani.

 

 

 

Untuk Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Teladan adalah BPP yang selain mampu menyelenggarakan fungsi penyuluhan pertanian, juga berperan strategis dalam mengkoordinasikan, mensinergikan dan menyelaraskan kegiatan pembangunan pertanian di wilayah kecamatannya. BPP Tersebut  juga mampu menjadi pusat data informasi pertanian dan pusat fasilitasi kemitraan usaha bagi para petani.

 

 

 

"Peran BPP harus dapat dirasakan bagi wilayah sekitar BPP dan BPP lainnya yang terdekat," jelas Siti Munifah.

 

 

 

Sedangkan Gapoktan berprestasi atau teladan haruslah memiliki SDM yang mumpuni dalam mengelola organisasi sehingga roda organisasi berjalan dengan baik dan mampu menjembatani petani dengan pihak mitra dalam berusahatani.

 

 

 

"Gapoktan tersebut memiliki kemitraan dan unit usaha yang berjalan dan dikelola dengan baik usaha bisnisnya untuk kepentingan anggotanya," tambah Kapus Penyuuhan Pertanian Siti Munifah. Som/Humas BPPSDM Pertanian

 

Editor : Pimpinan Redaksi

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162