Loading...

Siap-siap, Baper dan Lope Untuk Pecinta Jengkol

00:45 WIB | Tuesday, 15-May-2018 | Hortikultura, Komoditi | Penulis : Gesha

Bumi Minang ternyata memiliki plasma nutfah yang menarik dari tanaman eksotis, Jengkol. Tak tanggung-tanggung, ada kurang lebih 60 jenis varietas yang sudah terdata oleh Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu). Dan dalam waktu dekat, bakal dirilis varietas Baper dan Lope untuk para pecinta jengkol tanah air.

 

 

Siapa yang tidak mengenal jengkol?Sepertinya hampir seluruh daerah menyukai masakan yang diolah dari jengkol, tak terkecuali oleh masyarakat Sumatera Barat. Bahkan sampai ada sebutan Rendang Jariang di setiap rumah makan Padang.

 

Kecintaan masyarakat Minang ini akan jengkol, terlihat dari melimpahnya jumlah varietas yang terdata oleh Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu). Kurang lebih ada 60 varietas lokal jengkol yang sudah teridentifikasi hingga saat ini. "Kita sudah kumpulkan varietas yang sudah memiliki karakter unggul dan dilakukan perbanyakan disini," ungkap peneliti dari Balitbu, Kuswandi.

 

Dua diantara banyaknya varietas tersebut adalah Bareh Pesisir (Baper) dan Lokan Pesisir (Lope) dan tengah dalam proses pendaftaran varietas unggul untuk bisa diperbanyak bibitnya. Diperkirakan bulan Juli, keduanya akan dirilis ke masyarakat.

 

Peneliti Balitbu lainnya, Sari Hadiati menambahkan Jengkol dari varietas Baper memiliki bentuk buah yang kecil dan padat serta memiliki rasa yang gurih namun memiliki aroma jengkol yang tidak terlalu terasa. Sedangkan untuk varietas Lope, bentuk buahnya besar-besar dan memiliki rasa yang gurih khas jengkol. "Keduanya merupakan sumberdaya genetis dari Pesisir Selatan Sumatera Barat," tuturnya.

 

Mengenai bibit yang siap dirilis, Sari menuturkan pihaknya sudah melakukan perbanyakan sejak tahun 2017 dan kini mencapai 66 ribu batang. "Sudah banyak yang berminat menjadi penangkarnya juga. Mulai dari petani di daerah pesisir selatan, Batusangkar. Diluar Sumatera juga banyak," tuturnya.

 

Kepala Balitbu, Ellina Mansyah menuturkan perbanyakan jengkol dilakukan di Balitbu karena berhubungan dengan tingkat kesukaan masyarakat Minang disamping daerah lain seperti Jawa Barat dan Jakarta. "Di daerah jenis yang unggul ternyata banyak namun memang belum dilepas sebagai varietas unggul. Contohnya di Pesisir Selatan Sumatera Barat," tuturnya.

 

Kedua varietas, Baper dan Lope terpilih dari 60 jenis setelah dilakukan karakterisasi dan seleksi dari segi produksi. "Untuk perbenihan termasuk jengkol ini, distribusi akan diserahkan kepada Dinas Pertanian dan Ditjen Hortikultura," tutup Ellina (gsh)

Editor : Gesha

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162