Loading...

Sinkronisasi Standardisasi Kompetensi SDM Pertanian

15:40 WIB | Wednesday, 31-January-2018 | Nasional | Penulis : Gesha

Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) saat ini tengah fokus melakukan koordinasi dan sinkronisasi standardisasi kompetensi di sektor pertanian. 

 

Kepala BPPSDMP, Momon Rusmono mengatakan, koordinasi tersebut menjadi penting untuk menyusun peta jalan (roadmap) standarisasi dan sertifikasi profesi sektor pertanian tahun 2018-2020. Upaya ini sekaligus untuk mengevaluasi penyelenggaraan standarisasi dan sertifikasi profesi yang sudah ada. 

 

Presiden Jokowi dalam arahannya menekankan, pada tahun 2019 pembangunan akan berorientasi pada sumber daya manusia (SDM) yang berbasis kompetensi, melalui pendidikan dan pelatihan vokasi. 

 

"Oleh karena itu, kita perlu menyiapkan SDM pertanian yang kompeten, profesional dan berdaya saing yang bisa dilakukan melalui penyuluhan, pendidikan, pelatihan dan sertifikasi," kata Momon Rusmono dalam Pertemuan Koordinasi, Sinkronisasi Standarisasi dan Sertifikasi di Bogor, Selasa (30/1).

 

Untuk menjawab tantangan tersebut, menurut Momon ada empat hal yang perlu dibangun yaitu 1) Membangun sistem standar, 2) Membangun sistem pendidikan vokasi, 3) Membangun sistem pelatihan dan 4) Membangun sistem sertifikasi. 

 

"Secara garis besar, bagaimana kita menyusun dan mengembangkan standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)," ungkapnya. 

 

Kedua komponen inilah yang akan digunakan oleh lembaga diklat (pendidikan dan pelatihan) guna menyusun kurikulum atau materi pembelajaran sehingga lulusannya siap masuk di dunia usaha maupun industri. 

 

Hingga Desember 2017 Kementerian Pertanian baru menghasilkan 39 SKKNI dan 6 KKNI sektor pertanian. Tentunya jumlah ini masih jauh dari kecukupan, untuk itu perlu dilakukan percepatan penyusunan dan pengembangan SKKNI.

 

SKKNI dan KKNI juga berkaitan dengan sistem sertifikasi sebab akan menjadi acuan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sektor pertanian dalam mengeluarkan sertifikat profesi. "Target kami tahun depan minimal ada 100 ribu tenaga kerja yang disertifikasi. Sehingga tenaga kerja ini tidak hanya siap di dunia usaha dan industri tetapi juga menjadi wirausahawan pertanian," tutur Momon.

 

Sampai dengan Desember 2017 LSP Pertanian, Kementerian Pertanian telah mensertifikasi sebanyak 9.150 orang. Jumlah ini masih jauh dari harapan jika dibanding jumlah tenaga kerja sektor pertanian yang perlu disertifikasi. Gsh/Ira

 

 

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162