Loading...

Sistem Pinjam Pakai Pompa Air

18:39 WIB | Monday, 03-November-2014 | Nusantara | Penulis : Kontributor

Luwu Utara, Sulsel

 

Musim kemarau yang tengah melanda sebagian wilayah Indonesia, menyebabkan sebagian tanaman padi sawah mengalami kekeringan. Hal demikian terjadi pula di beberapa titik areal persawahan di Luwu Utara. Bahkan dua desa di Kecamatan Masamba, yakni Desa Lapapa dan Laba, sudah mengalami puso, masing-masing seluas 52 dan 50 hektar. Areal lahan sawah yang dialiri irigasi mungkin tidak menjadi masalah, tapi bagaimana dengan lahan sawah yang mengandalkan air hujan alias tadah hujan?

 

Dalam kaitan itu, Kepala Dinas Pertanian, Ir. Armiady, M.Si., mengeluarkan kebijakan pompanisasi dengan sistem pinjam-pakai guna mengatasi kekeringan di beberapa titik persawahan di Luwu Utara.

 

“Kita sudah ada kesepakatan dengan pemilik pompa air untuk mau menyewakan kepada kelompok tani yang sangat membutuhkan. Kebijakan memindahkan sementara atau meminjamkan sementara kepada kelompok yang memang membutuhkan itu saya kira menjadi solusi yang pas guna mengatasi kekeringan tahun ini. Tapi dengan catatan, harus dipastikan juga apakah ada sumber airnya atau paling tidak ada semacam kubangan yang bisa dijadikan sumber air,” ujarnya di hadapan seluruh Kepala BP3K se-Luwu Utara.

 

Adakan Pompanisasi

 

Supaya kebijakan ini bisa berjalan baik, Armiady meminta laporan masing-masing Kepala BP3K terkait lokasi mana saja yang sudah mengalami kekeringan. Hal ini penting agar pompa air yang dipinjam-pakai itu betul-betul ditempatkan pada lokasi yang memang ada sumber airnya.

 

“Saya minta kepada seluruh Kepala BP3K untuk melaporkan kepada saya daerah mana saja yang membutuhkan pompa. Inventarisir itu, kemudian bawa laporannya ke kabupaten. Percuma juga kita pinjamkan, tetapi di tempat itu tidak ada sumber air yang bisa disedot. Jadi, sangat penting laporan itu untuk kami jadikan patokan lokasi mana yang layak dan kurang layak,” imbuh Armiady.

 

Armiady menambahkan, untuk mengatasi kekeringan yang melanda sebagian areal persawahan di Luwu Utara pada tahun 2014 ini, hanya dengan melalui sistem pompanisasi pinjam-pakai ini yang sangat mungkin dilakukan, karena masih banyak juga kelompok tani yang belum memiliki pompa air. Olehnya itu, pada 2015 mendatang, dirinya berjanji akan mengadakan alsintan berupa pompa air agar ketika musim kemarau tiba, tidak lagi terjadi persoalan. “Untuk saat ini, itu yang mampu kami lakukan, yaitu meminjamkan pompa air kepada kelompok tani yang membutuhkan. Insya Allah, tahun depan kita akan adakan pompanisasi lewat dana DAK dari Kementan,” tandas Armiady. Lukman Hamarong

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162