Loading...

Mulai 18 September, STPP Bertransformasi menjadi Polbangtan

14:34 WIB | Monday, 10-September-2018 | Nasional | Penulis : Julianto

Kepala BPPSDMP, Momon Rusmono (kanan) saat jumpa pers mengenai Polbangtan

 

 

Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) dalam waktu dekat akan berubah nama. Perguruan tinggi kedinasan yang berada di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian ini akan bertransformasi menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan).

 

Kepala BPPSDMP, Kementerian Pertanian, Momon Rusmono mengatakan, transformasi dari STPP menjadi Polbangtan ini merupakan tindak lanjut dari UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Dalam UU tersebut ditetapkan setiap penyelenggaraan vokasi harus berubah dari sekolah tinggi menjadi politeknik.

 

“Kementerian Pertanian menindaklanjuti dengan keluarnya Permentan No. 25 Tahun 2018 tentang OTK Polbangtan,” katanya saat jumpa pers rencana peluncuran Politeknik Pembanguan Pertanian di Jakarta, Senin (10/9). Rencanaya peluncuran Polbantan secara nasional akan berlangsung pada 18 September 2018 di kampus STPP Bogor.

 

Dengan transformasi ini menurut Momon, STPP yang semula hanya memiliki tiga program studi yakni Penyuluhan pertanian, Penyuluhan Peternakan dan Penyuluhan Perkebunan, kini dengan menjadi Polbangtan akan memiliki 13 program studi. Program studi tersebut diarahkan pada ilmu pertanian terapan.

 

Momon menegaskan, lebih penting lagi adanya perubahan arah tujuan pembelajaran Polbangtan. Jika STPP arahnya meningkatkan potensi penyuluh pertanian dan memenuhi kebutuhan penyuluh pertanian, maka Polbangtan sasarannya lebih kepada penumbuhan wirausaha muda di sektor pertanian.

 

“Penyelenggaraan pendidikan Polbangtan nanti kita arahkan untuk menghasilkan job creator yang berjiwa wirausaha,” ujarnya. Jadi lanjut Momon, melahirkan wirausaha muda pertanian, diharapkan lulusan Polbangtan bisa menjadi tenaga ahli pertanian sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.

 

Dampak lain dengan perubahan tersebut, Momon mengatakan, metode pembelajaran juga berbeda. Proses pembelajaran Polbangtan menerapkan teaching factory , 30% teori dan 70% praktek. Penerapan teaching factory adalah model pebelajaran dalam suasana sesungguhnya seperti ditempat kerja. Nantinya dengan metode ini bukan hanya peserta didik yang ada budaya dunia usaha dan industri, tapi juga lembaga pendidikannya.

 

STPP yang berubah menjadi Polbangtan

 

1. STPP Medan menjadi Polbangtan Medan

 

2. STPP Bogor menjadi Polbangtan Bogor

 

3. STPP Magelang menjadi Polbangtan Yogyakarta-Medan

 

4. STPP Malang menjadi Polbangtan Malang

 

5. STPP Gowa menjadi Polbangtan Gowa

 

6. STPP Manokwari menjadi Polbangtan Manokwari

 

Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162