Loading...

Strategi Diseminasi Teknologi untuk Meningkatkan Produktivitas Tanaman Kakao

09:40 WIB | Monday, 09-October-2017 | Mimbar Penyuluhan | Penulis : Kontributor

Produksi biji kakao terus menurun sementara permintaan tiap tahun meningkat 3-4%/ tahun. Sementara itu, terdapat 70% tanaman kakao Indonesia telah berusia tua, petani kakao masih banyak yang belum sejahtera. Peningkatan kesejahteraan petani dapat tercapai bila terdapat upaya meningkatkan produktivitas tanaman dan mutu kakao. Upaya-upaya ini dapat terlaksana jika melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

 

Petani kakao banyak yang belum mendapatkan hasil yang optimal. Rataan produktivitas dan mutu kakao yang masih rendah. Produktivitas kakao yang dihasilkan baru mencapai kurang dari 700 kg/ha/th, produktivitas ini dianggap masih jauh dari potensi produksinya yang bisa mencapai lebih besar dari 2 ton/ha/tahun.

 

Produktivitas kakao yang rendah disebabkan oleh: (1) pemahaman petani yang rendah; (2) pemeliharaan tanaman yang kurang dilakukan; (3) bibit yang kurang baik; (4) masih jarangnya dilakukan pemangkasan; (5) pemupukan tidak tepat waktu dan jumlah; (5) serangan hama PBK’; (6) adapun hal lainnya disebabkan sebagian petani belum mengetahui inovasi fermentasi biji kakao; (7) ketidakpahaman petani kelebihan kakao fermentasi dan bukan.

 

Melalui Gerakan Nasional (Gernas) kakao, pemerintah mencanangkan gerakan peningkatan produksi dan mutu kakao nasional. Gerakan ini meremajakan 70.000 ha, merehabilitasi 235.000 ha, intensifikasi pada 146.000 ha tanaman pada sentra produksi kakao yang meliputi 9 provinsi. Tujuannya dalam kurun waktu 2010-2025 terjadi peningkatan areal perkebunan 1,5% per tahun hingga mencapai 1.354.152 ha dengan produksi 1.3 juta ton.

 

Inovasi teknologi Balitbangtan telah banyak dihasilkan untuk meningkatkan produktivitas dan mutu biji kakao di antaranya yaitu: (1) varietas unggul produksi tinggi; (2) pemupukan spesifik lokasi; (3) pemangkasan; (4) pengendalian HPT; (5) inovasi fermentasi biji kakao. Perlu upaya penderasan diseminasi inovasi teknologi pertanian agar dapat secepatnya diadopsi oleh petani kakao.

 

Upaya terobosan harus dilakukan untuk mempercepat pemecahan masalah petani sehingga produktivitas dan produksi di suatu wilayah meningkat. Inovasi teknologi harus dapat disebarkan pada masyarakat khususnya petani secara luas. Untuk itu, diseminasi perlu dilakukan dengan berbagai cara dan saluran agar bisa diterima dan diaplikasikan oleh petani.

 

Rekomendasi teknologi yang perlu diseminasikan kepada petani kakao yakni : 1) Intensifikasi kebun dengan mengelola penaung secara standar, melakukan pemangkasan, memupuk sesuai rekomendasi, dan mengendalikan organisme pengganggu; 2) Rehabilitasi kebun dengan menggunakan bibit unggul dengan teknik sambung samping dan sambung pucuk; 3) Peremajaan kebun tua/rusak dengan bibit unggul; 4) Perluasan areal pada lahan-lahan potensial dengan menggunakan bibit unggul; 5) Peningkatan upaya pengendalian hama PBK dan penyakit VSD; 6) Perbaikan mutu produksi sesuai dengan tuntutan pasar; 7) Pengembangan industri pengolahan hasil mulai dari hulu sampai hilir, sesuai dengan kebutuhan.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162