Loading...

Sumedang, Kota Tahu yang Tengah Panen Padi

07:53 WIB | Saturday, 06-January-2018 | Nusantara | Penulis : Gesha

 

 

Siapa yang tak kenal Sumedang? Salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat ini memang dikenal sebagai penghasil tahu. Namun, komitmen untuk menghasilkan beras, Sumedang tidak perlu diragukan lagi. 

 

Ini terlihat dari senyum sumringah petani di Desa Bugel, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang yang tengah melakukan panen. Saat Tabloid Sinar Tani berkunjung, Jumat (5/1), meski hujan tengah mengguyur, semangat petani untuk panen  tidaklah luntur. 

 

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, M. Syakir yang datang melihat langsung hamparan sawah yang sudah panen, mengaku senang dengan panen. Hal ini membuktikan stok ketersediaan beras aman dan tidak ada lagi panceklik di Jabar hingga nasional. 

 

Secara keseluruhan, Kabupaten Sumedang memiliki lahan 3.467 ha padi yang siap panen di Januari. Sedangkan pada Februari diprediksi ada sekitar 5.865 ha dan Maret seluas 10.261 ha. Rata-rata produktivitas padi yang dihasilkan petani adalah 7 ton/ha sehingga menghasilkan 24.269 ton Gabah Kering Panen atau setara dengan 20 ribu ton beras.

 

Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sumedang, Yosep Suhayat menuturkan, tercatat lahan persawahan mencapai lebih 30 ribu ha dan merupakan lahan produktif. Jadi tidaklah heran jika setiap tahun Kab. Sumedang selalu surplus dalam produksi padi sekitar 245 ton. "Bisa dilihat sendiri setiap hari ada yang panen, ada yang tanam sehingga kestabilan produksi pangan bisa terjaga," tuturnya.

 

Menurut penuturan salah satu petani, Yusri mengatakan Desa Bugel dilewati jalan nasional yang menghubungkan Bandung dengan Cirebon dan sejak tahun 2013 ditetapkan sebagai desa swasembada. "Petani disini sudah terbiasa untuk tanam padi dan menghasilkan setahun sampai 3 kali. Tapi sudah dua tahun terakhir, pendampingan semakin intensif. Bantuan dan teknologi budidaya sudah masuk," tuturnya. 

 

Hanya saja, Yusri berharap, pemerintah memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang cocok untuk lahan berbukit seperti di Desa Bugel. "Mungkin yang kecil bisa permudah kami tanam padi," harapnya.

 

Guna meningkatkan semangat petani Desa Bugel bertani padi, Kepala Badan Litbang Pertanian, M.Syakir sebagai perwakilan dari Menteri Pertanian juga menyerahkan bantuan benih varietas unggul yaitu Inpari 30. Benih tersebut merupakan padi amphibi yang tahan genangan selama dua minggu dan tahan kekurangan air. 

 

"Dengan bantuan benih ini bisa meningkatkan kesejahteraan. Dan paling penting adalah kerjasama pengawalan antara Dinas Pertanian, Dandim, para penyuluh dan tentu saja petani," tegas Syakir. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia sedang dalam jalurnya untuk mempertahankan swasembada pangan secara permanen. Gsh

 

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162