Loading...

Tanam Kopi, Kesejahteraan Petani pun Tak Lagi Hitam

11:22 WIB | Thursday, 24-May-2018 | Kebun, Komoditi | Penulis : Indarto

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memberikan bantuan bibit kopi


Kopi menjadi salah satu komoditas unggulan perkebunan, bahkan kini pamornya tengah naik daun. Sebagai salah satu upaya pemerintah mengangkat kesejahteraan petani, pemerintah mengajak petani di Kabupaten Jember, Bondowoso dan Lumajang, Jawa Timur untuk menanam kopi.

 

Diharapkan dengan menanam komoditas tersebut, kesejahteraan petani tak lagi hitam. Apalagi Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman melihat, dari sisi agroklimat ketiga daerah tersebut sangat cocok untuk tanaman kopi.

 

“Kabupaten Jember, Bondowoso dan Lumajang bisa menjadi sentra kopi nasional yang punya daya saing tersendiri. Karena kopi yang di tanam petani di sini jenisnya arabika yang harganya cukup tinggi,” kata Amran yang berkunjung ke salah satu kebun kopi petani Jember, Rabu (23/5).

 

Nah, guna mendorong produktivitas kopi yang ditanam petani, pemerintah menyiapkan bantuan bibit kopi  unggul yang produktivitasnya mencapai 3,5 ton/ha/tahun. Bantuan tersebut karena Amran menilai, kopi yang ditanam petani saat ini kurang terawat. “Kopi tumbuh begitu saja dan bibitnya asal-asalan, sehingga produktivitasnya hanya 0,6 ton/ha/tahun,” katanya.

 

Meski rata-rata produktivitas tanaman kopi milik petani relatif rendah, Indonesia masih mampu menempati urutan keempat sebagai produsen kopi dunia. Apalagi jika produktivitasnya ditingkatkan menjadi 3,5 ton/ha/tahun, Amran yakin Indonesia akan menjadi produsen kopi nomor wahid di dunia.

 

Amran mengatakan, di Jember ada lahan untuk tanam kopi cukup luas. Cakupan luasan lahan tersebut termasuk lahan milik Perum Perhutani yang bisa dikerjasamakan dengan petani setempat.  “Kami sudah dorong setahun lalu agar daerah yang berpotensi untuk pengembangan kopi, petaninya diarahkan tanam kopi. Kami siapkan anggaran mulai tahun lalu sebanyak Rp 5 triliun untuk persiapan bibit unggul,” katanya.

 

Menurut Amran, apabila petani menanam kopi dengan bibit unggul, lalu dirawat dengan baik dan diberi pendampingan, petani akan sejahtera. Sebab, sesuai kalkulasi petani kopi bisa mengantongi pendapatan sebesar Rp 200 juta/tahun/ha.  “Sebenarnya tak sulit untuk menyejahterakan petani. Asalkan ada kemauan dari mereka, apalagi agroklimat di sini sangat mendukung,” katanya. Idt

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162