Loading...

Tanam Pepaya California, Penghasilan Petani NTT Rp 3 Juta Per Minggu

16:55 WIB | Friday, 27-April-2018 | Kontak Tani Sukses | Penulis : Kontributor

Melalui Kelompok Tani Bina Usaha Mandiri, para petani di NTT menanam papaya California. Di antaranya mereka ada yang mendapatkan penghasilan Rp 3 juta perminggu.

 

 

 

Yufra Tanu Ketua Kelompok Tani Bina Usaha Mandiri, Desa Oemofa Kec. Amabi Timur kab. Kupang Prov. NTT, adalah seorang petani yang berusaha di tanaman hortikultura. Lulus  sekolah SLTA dan sempat kuliah, lalu melamar kerja, namun tidak dapat. Muncullah minatnya  mengajak saudara-saudara membentuk  kelompok tani untuk  menanam pepaya  Kalifornia.

 

 

 

Luas lahan Kelompok Tani Bina Usaha Mandiri + 10 Ha dengan jumlah anggota 14 orang, sementara luas lahan yang dikelola Yufra Tanu 4 Ha. Dari hasil usaha tani ini, Tanu bisa membangun rumah, membeli kendaraan roda empat untuk mengangkut hasil panen, kendaraan roda dua dan biaya pendidikan untuk masuk perguruan tinggi

 

 

 

Orang beranggapan bahwa tanah di NTT, tanahnya tandus/kering, ternyata tidak. Tanah di NTT sangat subur sama seperti di wilayah Jawa, walaupun kering tapi kalau berusaha dengan teknologi yang apa adanya dan hasilnya sangat memuaskan/mulus.

 

 

 

Bedanya tanaman lain dengan pepaya karena tanaman pepaya rata-rata hasilnya lebih bagus. Satu kali panen mencapai 500-600 kg dengan harga Rp. 7000/kg jadi penghasilan bisa Rp 3.000.000/minggu, bersyukur pada saat ini bisa menikmati hasil capaian yang ini.

 

 

 

Tanaman pepaya nilai ekonomisnya lebih tinggi, karena pepaya kalifornia selama ini di datangkan dari luar daerah NTT, termotivasi untuk tanam pepaya karena belum ada yang berusaha di NTT khususnya di timur-timur

 

 

 

Berusaha tani pepaya sudah + 4 tahun dan anggota kelompok pun sudah ada yang membeli kendaraan roda dua membangun rumah, mudah-mudahan 3-4 tahun kedepan dari tanaman pepaya hasilnya bisa digunakan untuk wisata ke tempat study banding karena berusaha tanam pepaya baru kali ini, mungkin ada teknologi atau di tempat lain yang usaha istilahnya penataan lokasi berharap bisa berkunjung ke tempat tersebut untuk melihan dan kembali diterapkan di kupang.

 

 

 

Alasan generasi muda selanjutnya untuk berusaha tani karena kalau pegawai yang diperlukan satu formasi yang melamar  100 sampai 1000 orang, jadi kebetulan tanah kita subur-subur kenapa kita tidak kembali lagi untuk bertani saja. Karena lahan masih luas dengan tanah yang subur  dan dijamin bahwa bertani pun pasti akan maju, bukan hanya pegawai negeri saja atau usaha lain tetapi petani pun kalau tekun dan ulet pasti bisa berhasil.

 

 

 

Anak 3 orang, karena sebelum itu saya sudah bertani dan termotivasi anak pertama masuk ke sekolah di SNAKMA jurusan pertaniaan sudah ujian dan mau melanjukant ke perguruan tinggi. Ia berharap kedua anaknya yang berminat terjun ke dunia pertanian. Tidak perlu membuang waktu untuk mengadu nasib ke Serawak, Malaysia. Kalau tekun bekerja di tanah sendiri pun kita bisa sukses. ZH

 

Editor : Pimpinan Redaksi

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162