Loading...

Tantangan Baru, Replanting Sawit 185 Ribu Hektar

04:25 WIB | Wednesday, 23-May-2018 | Nasional | Penulis : Gesha

Jalan panjang proses replanting (peremajaan) sawit Indonesia sudah kini mulai ditapaki. Diawali tahun 2017 dengan luasan 14.634 ha lahan sawit diremajakan, kini tantangan baru seluas 185 ribu hektar untuk 2018, sudah di depan mata.

 

Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Bambang menuturkan disetujuinya luasan 185 ribu ha tersebut berdasarkan usulan dan kesanggupan dari daerah. Akan ada 75 kabupaten/kota dari 20 provinsi yang menjadi sasaran replanting tahun ini. 

 

"Sebenarnya kelapa sawit (KS) tersebar di 25 provinsi. Tetapi di tahun 2018 ini kita targetkan di 20 provinsi dengan hitungan luasan yang lebih besar daripada lainnya," tutur Bambang saat ditemui Sinar Tani Online dalam Rakernas Optimalisasi Dana Sawit untuk Sukseskan Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat seluas 185 ribu ha, Selasa (22/5). 

 

Namun, Bambang tidak menutup kemungkinan jika 5 provinsi lainya siap berpartisipasi dalam replanting dan bersedia dialokasikan di tahun 2018 ini.  "Target 185 ribu ha itu belum target final. Masih bisa berkembang, masih bisa berkurang. Yang menentukan adalah kesiapan daerah masing-masing," tegasnya. 

 

Strategi peremajaan kebun sawit petani diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan tanpa membuka lahan baru. Di sisi lain, produktivitas smallholders sawit masih rendah dengan kriteria usia tanaman yang tua dan kualitas bibit yang rendah sehingga produktivitas lahannya jauh dari milik swasta yang bisa mencapai 5-6 ton per ha per tahun. "Tak hanya KS yang tua, replanting ini juga bisa digunakan untuk KS yang muda namun tidak produktif atau bahkan tidak terurus," tukasnya. 

 

Adapun dana yang akan diberikan kepada masing-masing pekebun KS senilai Rp 25 juta/ha. "Itu sudah include dengan pembiayaan untuk kebutuhan petani untuk bisa menanam tanaman sela sambil menunggu tanaman sawitnya berbuah. Mereka bisa bertanam labu, jagung, kedelai, padi. Silahkan disesuaikan dengan minat dari masyarakat," tuturnya. 

 

Kepala Dinas Pertanian Kab Dharmasraya, Darisman mengaku akan menyambut dengan baik upaya replanting yang akan dilakukan di kabupatennya. Bahkan dengan adanya program replanting, Darisman sangat yakin pekebun bisa meningkat kesejahteraannya karena produktivitas KS andalannya semakin meningkat.

 

Dana BPDPKS

Dalam melakukan replanting tentunya membutuhkan dukungan dana yang tidak sedikit. Kurang lebih Rp 5 Trilliun akan digulirkan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk membiayai. 

 

Direktur BPDPKS Hendrajat Natawidjaya menuturkan dana BPDP KS yang sudah terkumpul tahun lalu total yang terkumpul adalah Rp 14 triliun. Sedangkan targetnya tahun ini adalah 10,50 triliun. “Sampai saat ini yang sudah terkumpul Rp 3 trilun sampai Maret,” kata dia. 

 

Mengenai pencairan dana yang sering dikeluhkan dinas perkebunan di daerah untuk mulai replanting, Hendrajat menampik pihaknya mempersulit. "Hanya transfer dana dan memindahkan dari kami (BPDPKS) kepada bank di daerah," tuturnya. 

 

Selain dana untuk teknis replanting, BPDPKS juga menyiapkan Dana Sarpras (Sarana dan Prasarana) sebanyak Rp 50 Miliar untuk kabupaten peserta replanting untuk dipergunakan sebagai dana operasional.

 

Hendrajat menambahkan jika sebelumnya program replanting harus dipersiapkan satu tahun, kini bisa dalam tahun berjalan. "Karena disana ada bantuan untuk bibit, bantuan untuk pupuk, termasuk alsin, jalan kebun dan sebagainya," tuturnya.

 

Hendrajat menegaskan BPDPKS hanya fokus dalam menyalurkan dana setelah keluarnya rekomendasi teknis replanting dari Kementan atau tahun pertama setelah replanting. "Untuk tahun selanjutnya, menjadi urusan Kepala Dinas terkait untuk bisa mengkoordinasikan kepada bank agar bisa mendapatkan dana melalui KUR,"tutupnya. (gsh).

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162