Loading...

Tantangan Menumbuhkembangkan Posluhdes

09:40 WIB | Tuesday, 05-December-2017 | Nasional | Penulis : Ika Rahayu

Dalam upaya memperkuat kelembagaan penyuluhan pertanian di daerah, pemerintah kini terus mendorong tumbuhkembangnya pos-pos penyuluhan desa (posluhdes) hingga ke pelosok tanah air.

 

"Ini satu tantangan besar. Kami berharap para penyuluh pertanian yang ada bisa menginisiasi pembentukan posluhdes karena langkah ini sekaligus bisa menjadi solusi mengatasi masalah keterbatasan jumlah penyuluh pertanian di daerah," kata Kepala BPPSDMP Kementan, Momon Rusmono, pada acara rapat pimpinan lingkup BPPSDMP, di Depok, Senin (4/12)

 

Saat ini, menurut Momon, tak kurang ada 72 ribu desa potensi pertanian. Sementara jumlah penyuluh (PNS dan THLTBPP) hanya sekitar 44 ribu personil.

 

Karenanya kini satu orang bisa memegang sampai dua atau tiga Wilayah Kerja Penyuluhan Pertanian (WKPP).

 

"Kalau posluhdes sudah banyak tumbuh maka otomatis jumlah penyuluh swadaya semakin banyak dan ini sangat membantu kelancaran tugas para penyuluh kita," jelasnya.

 

Penumbuhan posluhdes sendiri juga sekaligus mengakomodasikan keinginan Menteri Dalam Negeri RI yang melalui Surat Edaran No. 520/9340/OTDA tertanggal 8 November 2017 meminta kepada gubernur dan bupati/walikota untuk antara lain mendukung pembentukan posluhdes di wilayah masing-masing.

 

Momon mengemukakan bahwa institusinya saat ini masih dalam proses mengidentifikasi jumlah serta keberadaan posluhdes secara nasional.

 

"Kami tentu mengapresiasi langkah aparat dinas di daerah yang sudah mendukung pembentukan posluhdes. Seperti di Jawa Barat bahkan sudah ada posluhdes yang melengkapi diri dengan sarana teknologi dan informasi yang memadai. Ini bisa dijadikan contoh bagi posluhdes lain," tegas Kepala BPPSDMP. Ira

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162