Loading...

Percepatan LTT Senjata Ampuh Menembak Pro Impor Beras

19:05 WIB | Tuesday, 24-October-2017 | Nasional | Penulis : Tiara Dianing Tyas

Kementerian Pertanian berupaya keras mempertahankan Luas Tambah Tanam (LTT) sebagai senjata dan amunisi untuk berhadapan dengan pihak-pihak yang pro impor beras.

 

Irjen Kementerian Pertanian, Justan Riduan Siahaan mengungkapkan, salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan mempertahankan LTT minimal pada tingkat 1 juta hektar (ha)/bulan untuk komoditas padi. “Kami berjuang keras bersama-sama petani, penyuluh dan aparat pertanian lainnya untuk memertahankan tingkat minimal LTT padi sebagai benteng pertahanan dari tekanan impor  beras, khususnya bagi pihak yang yang sedang membahas stok pangan. Stok beras tetap stabil,” ungkap Justan  saat kunjungan kerja sebagai penanggung jawab Upsus Pajale Propinsi Lampung, di  Kabupaten Lampung Tengah, Senin (23/10).

 

Justan mengungkapkan, Oktober merupakan salah satu titik kritis LTT padi karena peralihan musim, termasuk pembahasan dilakukan tidaknya impor beras. Karena itu, perlu dipertahankan sinergi dari beberapa pihak untuk menekan impor beras.

 

"Perlu ditingkatkan kerja keras dan kerja sama dari semua lini, yaitu petani, Dinas Kabupaten, Propinsi, Kementerian dan juga  TNI yang selama ini cukup aktif dalam mengawal  kegiatan Upsus peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai, sehingga target peningkatan produksi  yang ditetapkan dapat terlampaui,” tuturnya. Di tingkat lapangan, sinergi  antara TNI dan petani merupakan kekuatan besar dalam rintisan menuju lumbung pangan dunia 2045.

 

Dalam kesempatan tersebut Justan juga melakukan kegiatan tanam padi bersama di  Gapoktan Tototiti, Desa Toto Katon, Kecamatan Punggur. Target tanaman padi periode Oktober-Maret di Kecamatan Punggur seluas 3.000 ha, hingga kin telah terealisasi seluas 2.000 ha.

 

Selain tanam padi, dilakukan juga tanam kedelai pada pematang  sawah. Tujuan tanam kedelai dimaksudkan sebagai tanaman refugia atau perangkap untuk mengendalikan hama pada tanaman padi secara alami.

 

Kegiatan tanam bersama tersebut juga dihadiri Inspektur I Itjen Kementan, Susanto yang merupakan Penanngung Jawan Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur dan Kota Metro. Hadir juga, Letkol Jajang Kurniawan Dandim 0411/LT,  R Arivin Kepala BPTP Lampung, dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provisni Lampung  hadir Herlin. R selaku Kabid Tanam Pangan, Indriatmoko Kabid PSP dan Mufredi Kabid Hortikultura, Edi D Sekretris Dinas Pertanian Lampung Tengah dan  IPTU A. Rahman Kapolsek Punggur dan para Babinsa.

 

Sementara itu, Suparyono, Ketua Gapoktan Tototiti menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang telah memberikan dukungan kepada petani untuk meningkatkan produksi tanaman pangan, khusunya padi, jagung dan kedelai. Terutama bantuan pemerintah melalui paket sarana dan kegiatan mendukung peningkatan produksi padi lainnya.

 

Hanya saja, lanjut dia, ditingkat petani saat ini kekurangan pasokan pupuk SP-36 untuk mendukung musim tanam Oktober-Maret. “Khusus untuk pupuk SP-36 ini, kami mohon perhatiannya,” harapnya. Humas Itjen

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162