Loading...

Tekan Kemiskinan di Bondowoso dengan Tanam Kopi

21:50 WIB | Tuesday, 22-May-2018 | Nasional | Penulis : Indarto

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman melakukan tanam perdana kopi arabika untuk masyarakat miskin Bondowoso

Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya menekan angka kemiskinan di 1.000 desa dan di 100 kabupaten melalui program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja). Kali ini program Bekerja diluncurkan di Kabupaten Bondowoso, Selasa (22/5).

 

Adanya program Bekerja ini  diharapkan mampu memangkas angka kemiskinan di Kab.Bondowoso. Sehingga kurun 2-3 tahun ke depan Kab.Bondowoso, Prov. Jawa Timur (Jatim) sudah bebas dari kemiskinan. "Pertama saya apresiasi kepada Bupati Bondowoso yang dalam dua periode ini mampu menekan angka kemiskinan dari 22,23% menjadi 14,54%. Dengan mengaplikasi program Bekerja,angka kemiskinan di Bondowoso nantinya bisa turun sebesar 10% dari sekarang," kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, pada peluncuran program Bekerja di Dusun Legen, Desa Sumberwringin, Kecamatan Sumberwringin, Kab.Bondowoso, Jawa Timur.

 

Menariknya, Amran menggunakan tanaman kopi untuk bisa menggerakkan minat masyarakat sekaligus mendongkrak pendapatan jangka panjang daerah.  Menurut Amran, agriclimate di Bondowoso sangat cocok untuk tanaman kopi arabika. Untuk itu, bantuan bibit kopi ke petani Bondowoso akan ditingkatkan dari 100 ribu batang menjadi 500 ribu batang tahun ini. "Agar semua petani di sini bisa tanam kopi arabika. Kalau tanam kopi 1 ha pendapatannya bisa Rp 20 juta/bulan. Kalau petani tanam di lahan 1/4 ha, paling tidak pendapatannya mencapai  Rp 6-Rp 7 juta/bulan/rumah tangga," jelas Amran.

 

Ia juga mengatakan, dengan menanam kopi yang buahnya bisa dipetik kurun 3-4 tahun mendatang akan lebih mudah mengentaskan kemiskinan di Bondowoso. Pengembangan kopi yang dilakukan petani berorientasi untuk ekspor. " kalau kopi ini solusi permanen jangka panjang agar petani di sini sejahtera. Kami juga akan mengembangkan kopi arabika di Bondowoso dalam bentuk klaster," jelas Amran.

 

Amran juga mengungkapkan bantuan dalam program Bekerja berdasarkan keunggulan komparatif masing-masing daerah bernilai ekonomi tinggi. "Karena itu di Kabupaten Bondowoso dalam jangka panjang akan fokus ke kopi dan padi organik," ujarnya. Adapun sasaran program Bekerja di Bondowoso difokuskan pada satu wilayah penduduk miskin yang dikelompokkan dalam 3 klaster dan setiap klaster, jumlah penduduk miskin sebanyak 5 -10 ribu orang.  

 

Bagi solusi jangka pendeknya, Amran menuturkan Kementan akan memberi bantuan bibit ayam (kampung) berumur dua bulan beserta kandang dan pakan. Setiap rumah tangga pra sejahtera dapat bantuan 50 ekor ayam. " Saat usia enam bulan ayam ini bisa menghasilkan 50 butir per hari dengan masa produktif dua tahun. Dari ayam ini penghasilan petani bisa mencapai Rp 2 juta per bulan,” kata Amran.  

 

Untuk diketahui, hingga kini di Bondowoso masih ada 12.900 rumah tangga miskin. Sehingga dengan ternak ayam dan industri kopi yang dikembangkan masyarakat, nantinya tak ada lagi warga miskin di Bondowoso. 

 

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Bondowoso, Amin Said Husni mengatakan sebanyak 60%  penduduk merupakan buruh tani dengan kepemilikan lahan sawahnya 0,3 ha.  " Kehadiran program Bekerja sangat tepat untuk mengentaskan rakyat miskin di Bondowoso. Kami optimis bisa melakukan akselerasi pembangunan pertanian di pedesaan sehingga pendapatan petani makin meningkat dan angka kemiskinan bisa ditekan,” kata Amin. (idt)

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162