Loading...

Teknik Budidaya Kopi Gayo

17:28 WIB | Monday, 07-September-2015 | Teknologi, Inovasi Teknologi | Penulis : Kontributor

Dalam sejarah perkembangan perkebunan di Indonesia, kopi merupakan salah satu tanaman eksotik yang paling tua. Tanaman kopi yang masuk ke Indonesia secara  berurutan adalah kopi arabika, kopi liberika dan kopi robusta. Kopi arabika masuk ke Indonesia dibawa oleh Bangsa Belanda pada abad ke 17. Pada tahun 1616, seorang Warga Negara Belanda bernama Willem van Outshoorn membawa kopi arabika ke Indonesia melalui Malabar India. Akan tetapi hasil penanaman tersebut gagal karena terkena banjir. Pada tahun 1699-1878, Hendrik Zwaaderkroon mengimpor kopi arabika untuk ditanam di daerah Jakarta (dahulu Batavia)  dan kemudian menyebar ke berbagai tempat di Indonesia. Pada tahun 1878-1900, tanaman kopi arabika terkena serangan penyakit karat daun (Hemeleia vastatrix. B et Br), sehingga didatangkan kopi jenis liberika dari Liberia yang diharapkan lebih tahan terhadap serangan penyakit karat daun. Pada kenyataannya kopi liberika juga rentan terhadap serangan penyakit karat daun. Setelah upaya tersebut gagal, pada tahun 1900-1959 didatangkan kopi robusta yang berasal dari Congo Belgia (sekarang Zaire) untuk ditanam di daerah Malang, Jawa Timur (Mawardi,2000).

 

Dalam perjalanan panjang, sampailah  kopi arabika  di Dataran Tinggi Gayo pada tahun 1908 (John R. Bowen, 1990).  Dalam  tulisan lainnya,   menyebutkan masuknya kopi arabika ke Dataran Tinggi Gayo  sekitar tahun 1924 yang dibawa oleh orang Belanda, yaitu setelah selesainya pembangunan jalan Bireuen-Takengon pada tahun 1913.  Kopi arabika pertama sekali ditanam di kawasan Desa Paya Tumpi, selanjutnya berkembang ke beberapa tempat antara lain ke  Rediness, Blang Gele, Bergendal, Burni Bius dan Bandar Lampahan,  akan tetapi pembudidayaannya  masih terbatas di kalangan bangsa Belanda dan orang-orang bangsawan saja. Budidaya kopi  secara luas baru mulai setelah awal kemerdekaan Republik Indonesia, yakni tahun 1945 (Renes, 1989).

 

Sejak saat itu kopi telah menjadi komoditas primadona yang menjadi andalan sumber pendapatan masyarakat dan pemerintah daerah di Dataran Tinggi Gayo. Hingga saat ini diperkirakan luas areal penanaman kopi di kedua kabupaten tersebut  telah mencapai 93.316 ha dengan perincian 48.000  ha terdapat di Kabupaten Aceh Tengah dan sisanya seluas 45.316 ha  di Kabupaten Bener Meriah.  Dari luasan tersebut di atas sekitar 85% jenis arabika dan sisanya 15% Jenis robusta serta melibatkan tidak kurang dari 50.000 kepala keluarga.

 

Kendatipun  Kabupaten Aceh Tengah dan  Bener Meriah merupakan dua daerah penanaman kopi arabika terluas di Indonesia, namun bila  ditinjau dari produktivitasnya masih tergolong relatif rendah, yakni rata-rata 790  kg/ha/tahun, walaupun kenyataan di lapangan  bahwa secara individu dan sebagian kecil petani, produktivitas kopinya ada yang telah mencapai 1,5-2,5 ton/ha/tahun.

 

Beberapa faktor penyebab rendahnya produktivitas kopi arabika di Dataran Tinggi Gayo adalah:

 

  1. Kualitas lahan (tanah dan iklim),
  2. Bahan tanam,
  3. Tanaman pelindung,
  4. Pemupukan,
  5. Pemangkasan tanaman kopi, dan
  6. Pengendalian organisme  pengganggu tumbuhan (OPT).

 

Aspek Lahan

 

Kualitas lahan erat kaitannya dengan aspek lahan, sementara aspek lahan yang berpengaruh antara lain, adalah:

 

1. Ketinggian Tempat

 

Untuk mendapatkan kualitas  kopi yang baik  dianjurkan penanaman mulai dari 1.000-1.500 m dpl (di atas permukaan laut).  Semakin rendah daerah penanaman kopi arabika, faktor pembatasnya adalah  serangan penyakit karat daun (Hemeleia vastatrix, B et Br) dan hama penggerek buah kopi (PBKo/Hyphotenemus hampei, Ferr), sebaliknya apabila penanaman kopi di daerah yang lebih tinggi, faktor pembatasnya adalah penyakit mati pucuk akibat embun upas.

 

2. Kesesuaian Lahan

 

Lahan yang akan ditanami  harus sesuai dengan syarat tumbuh yang diinginkan kopi arabika, seperti  ketinggian tempat 1.000-1.500 meter di atas permukaan laut, curah hujan 1.500-2.000 mm/tahun,  suhu 15-24ºC,  tanah subur dan mengandung bahan organik (humus) lebih dari 5%, kedalaman efektif lebih dari 100 cm, pH tanah 5,5-6,5, kemiringan  lahan tidak lebih dari 30% dan lain sebagainya.   Semakin sesuai lahan yang ditanami kopi arabika, semakin sedikit biaya yang dibutuhkan, demikian juga sebaliknya.

 

3. Persiapan Lahan dan Jarak Tanam

 

Calon lahan penanaman tanaman kopi bisa berupa lahan baru yang belum pernah ditanami tanaman kopi sebelumnya atau lahan yang sudah pernah ditanami tanaman kopi yang sudah tua atau tidak produktif lagi. Kegiatan persiapan lahan diperlukan agar dalam budidaya kopi, produktivitas lahan berlangsung lestari, pertanaman mampu berproduksi tinggi sesuai potensi genetik dan potensi  lingkungannya serta  kerusakan lahan minimal. 

 

Tahapan persiapan lahan meliputi kegiatan-kegiatan, antara lain:    pembersihan lahan, pembuatan terassering  pada lahan miring, penentuan jarak tanam dan tata tanam, penanaman pohon pelindung,  pembuatan lubang tanam dan penanaman.

 

3.1. Pembersihan Lahan

 

Menurut Sitanala Arsyad ( 1989), lahan diartikan sebagai lingkungan fisik yang terdiri atas iklim, relief, tanah, air dan vegetasi serta benda yang ada di atasnya sepanjang ada pengaruhnya terhadap penggunaan lahan.

 

Lahan dibersihkan dari sisa-sisa tanaman dan semak belukar agar lebih mudah melakukan pekerjaan selanjutnya.  Pembersihan lahan tidak dibenarkan dengan cara pembakaran karena  akan menurunkan kesuburan tanah dan merusak lingkungan.

 

3.2. Konservasi Tanah

 

Konservasi tanah dalam hal ini dimaksudkan adalah sebagai penempatan setiap bidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut dan memperlakukannya sesuai dengan syarat-syarat  yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah.

 

Pada tanah yang miring (slope) akan mudah terjadi erosi terutama pada musim hujan yang berakibat hilangnya lapisan tanah yang subur dibagian atas (top soil) sehingga menyebabkan kesuburan tanah akan cepat menurun.   Alat pengukur kelerengan lahan adalah Klinometer, sudut kelerengan 45⁰ sama dengan 100%.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162