Loading...

Teknologi CAS Lebih Awet Menyimpan Bawang Merah

11:33 WIB | Monday, 06-February-2017 | Inovasi Teknologi, Teknologi | Penulis : Kontributor

Salah satu komoditi yang kerap bergejolak adalah bawang merah. Bahkan lonjakannya menjadi pemicu inflasi. Tapi kini ada teknologi untuk menjaga stabilisasi harga bawang yakni dengan teknologi Controlled Atmosphere Storage (CAS).

 

Teknologi yang dikembangkan Pura Grup Kudus (PGK) merupakan alat penyimpanan komoditi pertanian paling mutakhir. Teknologinya memadukan pendingin (refrigerator), pengontrol rhodium (RH), O2 (oksigen), CO2 (karbon dioksida), N2 (gas nitrogen) dan ethylene (salah satu jenis senyawa hidrokarbon) yang memiliki rumus kimia C2H4 (CnH2n).

 

Plant manager PT Pura Agro Mandiri, salah satu anak perusahaan PGK, Agung Subani mengatakan, pihaknya sudah mengembangkan secara mandiri, bahkan telah mendapat paten teknologi CAS tersebut. Sebagian besar komponen utamanya, seperti unit pendingin, kontrol kelembaban, kontrol gas O2,CO2, N2, enthylene, hingga panel dinding sudah diproduksi sendiri dengan kandungan tingkat komponen dalam negeri mencapai 40%.

 

“Ke depannya masih bisa ditingkatkan lagi,” kata Agung yang didampingi Humas PGK, Faiz di lokasi pembuatan hingga operasional CAS di wilayah Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kudus, beberapa waktu lalu.

 

Agung mengaku bangga, teknologi tersebut sudah mendapat pengakuan dari pemerintah. Bahkan sejumlah pejabat pemerintah pusat hingga Gubernur Jawa Tengah sudah meninjau langsung teknologi tersebut. “Kami telah melakukan uji coba dan bekerjasama dengan kelompok tani dan gabungan kelompok tani dari berbagai kabupaten di Jawa,” tuturnya.

 

Agung menjelaskan, pada tahap awal pemasaran alat tersebut melalui pemerintah pusat/pemerintah provinsi/pemerintah kabupaten/kota yang berminat. Sebab, jika langsung dijual ke swasta dikhawatirkan disalahgunakan untuk mengeruk keuntungan sendiri yang berimbas pada semua lini. Terutama memperparah fluktuasi harga bawang merah. “Padahal pengembangan CAS ini merupakan salah satu sumbangsih PGK untuk berpartisipasi membangun ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

 

Satu unit CAS menurut Agung harganya berkisar Rp 1,58 miliar dengan kapasitas tampung 16 ton bawang merah. Sebagai bentuk pelayanan, pihaknya memberikan fasilitas pelatihan bagi operator, perawatan, perbaikan, penyediaan suku cadang hingga jenset.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Pimpinan Redaksi

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162