Loading...

Teknologi Kedelai sudah Siap

09:35 WIB | Thursday, 17-November-2016 | Komoditi, Pangan | Penulis : Kontributor

Harus diakui, produksi kedelai dalam negeri memang belum sebaik padi dan jagung. Namun jika dilihat dari sisi teknologi, termasuk benih, sudah banyak varietas unggul yang telah dihasilkan.

 

“Kita sudah punya dari varietas yang toleran dari berbagai ekosistem, teknologi pun sudah ada,” kata Profesor Riset Kedelai dari Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), Prof. Marwoto.

 

Kebutuhan benih memang menjadi faktor penentu swasembada kedelai. Kementerian Pertanian pernah berhitung, kebutuhan benih untuk lahan seluas 2,5 juta ha sebanyak 1 juta ton benih. Asumsinya tiap hektar memerlukan benih sebanyak 40 kg.

 

Sebagian besar kebutuhan benih diperoleh dari benih dalam negeri dan sebagian lagi diimpor dari Brazil, Filipina dan Vietnam. Benih-benih impor tersebut menurut Marwoto, seharusnya dilakukan uji adaptasi terlebih dahulu. “Dahulu pernah ada benih kedelai dari Australia, tumbuhnya hanya sekitar 25-30 cm dan gagal,” kenang Marwoto.

 

Marwoto menambahkan, sekarang benih yang diperlukan adalah jenis kedelai berbiji besar, kecuali daerah Ponorogo, Jawa Timur yang memang lebih sering menggunakan varietas lokal (varietas Kepak) karena rasanya yang lebih enak.

 

Untuk diketahui, Balitkabi sendiri sudah merilis sebanyak 86 varietas kedelai sejak tahun 1918 hingga 2016 dengan kriteria pertanaman yang spesifik dan produktivitas yang lebih baik.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162