Loading...

Tiada Hari Tanpa Tanam dan Panen di Bantul

10:57 WIB | Wednesday, 10-January-2018 | Nusantara | Penulis : Gesha

Maraknya aktivitas pariwisata Yogyakarta sudah pasti harus ditunjang dengan pemenuhan pangan yang cukup. Bantul menjadi tulang punggung penyedia pangan andalan Yogyakarta.

 

Hampir seluruh hamparan sawah yang terbentang luas di kabupaten yang terkenal akan wisata Pantai Parangtritis ini sudah panen. Terdata ada dua desa yang telah melakukan panen raya yaitu Desa Agromulyo, Kecamatan Sedayu dan Desa Srihardono, Kecamatan Pudong. Keduanya memiliki produktivitas yang tergolong tinggi yaitu 8.1 ton/ha dari 25 ha lahan panen dan 8.32 ton/ha dari 32 ha lahan panen. 

 

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementan, M. Syakir menuturkan, didukung upsus, diseminasi inovasi teknologi, alsintan hingga infrastruktur produktivitas pertanaman bisa terdongkrak.

 

"Bisa sepanjang tahun bertanam. Tiada hari tanpa tanam, tiada hari tanpa panen. Sehingga suplai beras di pasar akan selalu ada," tegasnya. 

 

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Provinsi Yogyakarta, pertanaman padi di September 2017 telah menghasilkan panen pada Desember 2017 kurang lebih 2.506 ha dan produktivitasnya 6,76 ton per ha. Sehingga diperoleh hasil kurang lebih 16.940 ton Gabah Kering Giling (GKG) setara 10.170 ton beras. 

 

Sedangkan di awal tahun 2018 ini, 1.510 ha lahan sawah sudah siap dipanen se-Kabupaten Bantul dengan produktivitas rata-rata 7 ton/ha sehingga diperoleh 10.570 ton GKG atau setara 6.345 ton beras.

 

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Yogyakarta, Sasongko menjelaskan, pertanaman padi setiap tahunnya mencapai 190 ribu ha dan hanya mampu menghasilkan 920 ribu ton GKG. "Di Yogyakarta lahannya semakin sedikit jadi kalau mau nambah, terbatas. Karenanya, begitu panen, langsung olah tanah dan tanam," tuturnya. 

 

Pencapaian produksi tersebut masih tergolong surplus karena angka konsumsi Yogyakarta hanya 600 ribu ton GKG atau sekitar 200 ribu ton setara beras setiap tahunnya. 

 

Kabidkom Bulog Divre Yogyakarta, Dani Satrio menekankan, pihaknya selalu melakukan serap gabah dari petani bekerja sama dengan TNI dan satker Bulog. 

 

Bulog Yogyakarta ditargetkan bisa menyerap sampai 62 ribu ton di tahun 2018. Target tersebut meningkat dibandingkan tahun 2017 yang hanya 32 ribu ton. "Januari kita kontrak sampai 120 ton dari mitra yang bisa pasok ke Bulog," tuturnya. 

 

Diakui Dani, hampir seluruh kecamatan sentra produksi padi di Kabupaten Bantul telah panen serempak. "Sleman, Bantul kita sudah siapkan satker yang serap gabah petani. Harga tetap kita ikuti aturan pemerintah. Namun tidak tertutup kemungkinan kita pakai pola komersial," urainya. Gsh/Ira

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162