Loading...

Tumbuhkan Regenerasi Petani dengan Membangun Jiwa Enterpreneur

13:45 WIB | Thursday, 12-July-2018 | Suara Tani | Penulis : Clara Agustin

Ilustrasi. Puluhan mahasiswa melakukan praktek langsung di BBPP Lembang (dok. Unilak)

Regenerasi petani sudah seharusnya dilakukan untuk menggantikan atau menambah jumlah petani yang ada. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan membangun jiwa enterpreneur (bisnisman).

 

Terwujudnya Sumber Daya Manusia Peetanian yang profesional, mandiri dan berdaya saing untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani menjadi salahsatu target program Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP). Dengan itu, diperlukan adanya Regenerasi Petani yang diwujudkan dengan salahsatu program pemerintah, Penumbuhan Wirausahwan Muda Pertanian (PWMP). Ini untuk menciptakan SDM pertanian yang produktif, handal, mandiri, dan memiliki jiwa enterpreneur (kewirausahaan).

 

Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang (BBPP Lembang), Bandel Hartopo mengatakan BBPP Lembang merupakan salahsatu balai pelatihan milik BPPSDMP yang ditunjuk untuk menciptakan Regenerasi Petani. Dengan memberikan pelatihan yang meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan tetapi mampu meningkatkan serta kesejahteraan para petani kedepannya.

 

"Makanya program pelatihan yang kami gunakan ini salahsatunya menggunakan metode Onsite Training Model (OTM). Dan kita juga bekerjasama dengan Taiwan dengan membangun screen house yang canggih yang semuanya dipantau lewat teknologi. Makanya pelatihan ini kita namankan Smart Agribisnis,"katanya saat acara Kunjungan Pers BPPSDMP 'Penngkatan Kompetensi SDM Pertanian dalam Mewujudkan Enterpreneur Berdaya Saing' di Bandung, Rabu (11/7).

 

Bandel menuturkan Smart Agribisnis ini bukan sebatas proses hulu saja tetapi juga memperhatikan aspek hilir karena yang paling menentukan adalah pasar. "Hulu-hilir dalam pertanian harus berjalan karena selama ini petani kita hanya sebatas di hulu. Padahal dengan mengembangkan proses hilir di pertanian bisa meningkatkan pendapatan petani," terang Bandel.

 

Karenanya, untuk mewujudkan jiwa yang enterpreneur pada petani harus mampu menggali apa yang diinginkan oleh petani. Lihat produk atau jasa yang diminati oleh petani dalam mencari keuntungan. "Kita lihat dulu minat mereka apa, baru kembangkan. Lalu kita latih mereka untuk lebih kreatif," katanya.

 

Dalam melatih kreativitas, diperlukan tekad yang kuat, kemampuan yang mumpuni dan tidak malu untuk gagal. "Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda, jadi tidak apa gagal berkali-kali dalam membangun usaha. Yang terpenting petani mampu dan tidak malu untuk memasarkan produknya," saran Bandel. Cla        

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162