Loading...

Unggas RI Siap Terbang ke Negeri Jiran

17:20 WIB | Wednesday, 22-November-2017 | Olahan Pasar, Non Komoditi | Penulis : Kontributor

Dirjen Peternakan dan Kesehatan, I Ketut Diarmita (dua dari kanan) saat Konfrensi OIE di Malaysia

Unggas Indonesia bakal menembus pasar mancanegara. Salah satunya ke negeri Jiran, Malaysia. Kemampuan Indonesia mengekspor produk peternakan ini disampaikan setelah pertemuan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita  dengan Direktur Jenderal Veteriner Malaysia, Dato’ Quaza di Putrajaya, Malaysia, di sela-sela Konferensi Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) ke-30 untuk Regional Asia di Malaysia, Selasa (21/11)

 

“Kami berharap ini menjadi catatan sejarah dalam peternakan nasional kita,” kata Ketut. Karena itu Ketut berharap, realisasi ekspor akan berlangsung pada kuartal pertama 2018. Namun sebelum realisasinya, Pemerintah Malaysia terlebih dulu akan meninjau sarana peternakan ayam dan itik yang sudah memenuhi persyaratan Good Breeding Practice (GBP). Persyaratan lainnya yakni memiliki standar internasional untuk kesehatan hewan Sertifikat Kompartemen Bebas Avian Influenza sesuai ketentuan OIE.

 

Ketut mengatakan, saat ini pemerintah sudah mengeluarkan tiga Sertifikat Kompartemen Bebas AI untuk unggas lokal yaitu dua sertifikat untuk ayam dan satu untuk itik. Lokasi peternakan berada di Bogor dan Purwakarta. “Kita terus perkuat sistem kompartemen AI agar unggas dan produk unggas bisa bersaing di pasar international, kususnya ASEAN dan Jepang,” katanya.

 

Ketut mengatakan, saat ini masing-masing perusahaan peternakan masih menghitung volume ekspor dan jenisnya. Namun dari hasil pembicaraan antar pengusaha, Malaysia sedikitnya memerlukan 30.000 DOC (day old chick) ayam lokal/bulan dan 10.000 DOD (day old duck)/bulan untuk jenis bebek petelur.

 

Selama ini Ketut mengakui, ternak unggas lokal Indonesia memang sudah dikenal, karena termasuk salah satu pusat domestikasi ayam dunia selain China dan kawasan Lembah Hundus. “Karena pola usahanya yang masih tradisional mengakibatkan pengembangan usahanya terhambat, sehingga saat ini kita perjuangkan untuk meraih kejayaan,” kata Ketut. Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162