Loading...

Untung Berlipat dari Mina Padi

17:25 WIB | Thursday, 07-April-2016 | Nasional | Penulis : Kontributor

Mina padi menjadi salah satu budaya bertani di Indonesia yang sudah banyak ditinggalkan petani. Padahal pola tanam tersebut banyak memberikan keuntungan bagi petani. Bukan hanya bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari panen ikan, tapi juga mampu menghalau hama tanaman padi.

 

Salah satu daerah yang hingga kini masih mempertahankan pola tanam tersebut adalah petani Kabupaten Sleman, Yogyakarta, khususnya yang berada di Kecamatan Pakem, Ngemplak, Seyegan dan Berbah.  Petani di wilayah tersebut sudah tak asing lagi memadukan pertanian dan perikanan melalui sistem mina padi.

 

Budidaya ikan yang dilakukan bersama dalam satu lahan di sawah ini bisa menghasilkan bahan pangan ganda yakni  ikan dan padi. Selain itu, mina padi juga bermanfaat bagi petani untuk menghalau hama tikus, wereng, dan keong mas yang kerap mengganggu tanaman mereka.

 

Mina padi yang diterapkan di Dusun Cibuk Kidul, Desa Margo Luweh, Kec. Seyegan terbukti 100% mampu menghalau serangan hama tikus. Sedangkan  sawah yang tidak mengaplikasi mina padi pada lokasi yang berdekatan, masih menjadi sasaran hama tikus.

 

“Dulu kita tanam padi kerap mengalami gagal panen akibat banyaknya serangan hama tikus. Setelah kita menerapkan mina padi, malah bisa panen padi secara maksimal karena tak diganggu hama tikus,” kata Sekretaris Pokdakan Mina Murakabi, Timbul Prasetyo, di Sleman, Yogyakarta, belum lama ini.

 

Timbul Prasetyo mengakui, Dusun Cibuk Kidul memang endemik tikus. Berbagai upaya untuk menanggulangi hama pengerat ini sudah dilakukan, seperti dengan “gropyokan” dan pengendalian lainnya, seperti memanfaatkan predator berupa burung hantu. Namun, semua itu kurang  membuahkan hasil maksimal.

 

Banyak Keuntungan

 

Ternyata setelah petani menerapkan budidaya mina padi, banyak keuntungan yang petani dapatkan. Contohnya, gangguan hama tikus mulai hilang. “Setelah kita terapkan mina padi, ternyata gangguan tikus tak ada. Begitu juga hama wereng juga tidak ada,” ujarnya.

 

Timbul mengatakan, dengan pola mina padi memang lahan tanam padi berkurang sekitar 20% karena untuk usaha budidaya ikan. Tapi, dengan pola tanam padi jajar legowo, produktivitasnya  justru menunjukkan peningkatan. Jika biasanya hanya menghasilkan 7 kwintal, maka setelah menerapkan mina padi hasilnya mencapai 9,2 kwintal per 1.000 meterpersegi. “Padi yang dihasilkan dengan pola tanam campuran ini juga lebih bagus hasilnya,” katanya.

 

Keuntungan lain yang petani dapatkan adalah petani di Dusun Cibuk Kidul juga panen ikan nila. Dari  tebar sebanyak 66 kg bisa menghasilkan ikan sebanyak 542 kg atau sekitar setengah ton.  Keuntungan panen ikan bisa mencapai Rp 10 juta. “Sejak mengaplikasi mina padi, keluarga petani dapat asupan protein nabati berupa ikan secara gratis. Tapi, ikan yang kita hasilkan tak semua dikonsumsi untuk keluarga. Sebagian besar kita jual ke pengepul,” papar Prasetyo.

 

Kalkulasinya, jika harga gabah kering ditaksir Rp 4 ribu/kg, maka penghasilan petani dari tanaman padi sebesar Rp 3,68 juta tiap kali panen. Dengan demikian, total hasil panen mina padi (ikan dan padi) di Dusun Cibuk Kidul per siklus (3 bulan) mencapai Rp 13,978 juta.

 

Hal senada juga diakui, Ketua Pokdakan Mina Makmur, Ariyantono.  Mina padi yang berlokasi di Dusun Kandangan, Desa Margodai, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman sudah dikembangkan sejak tahun 2011. Mina padi yang dikelola 30 anggota kelompok tani ini luasnya mencapai  6 ha.  

 

Untuk budidaya padi, petani menggunakan varietas Ciherang dengan pola tanam jajar legowo. Sedangkan padat tebar benih nila merah per 1.000 metersegi  sebanyak 1.200 ekor. “Hitung-hitungannya tiap 1 ha lahan mina padi bisa menghasilkan padi sebanyak 6-7 ton dan ikan nila merah sebanyak 1,3 ton,” kata Ariyantono, di Sleman.

 

Selain mendapatkan penghasilan dari panen padi dan ikan, lanjut dia, sistem mina padi yang diterapkan terbukti mampu menghalau hama tikus. Selain bebas dari hama pengerat, petani yang menerapkan mina bisa menekan biaya pembelian pupuk. Biaya pembelian pupuk lebih efisien  sekitar Rp 150 ribu/1.000 meterpersegi. Mengingat, pemupukan hanya dilakukan pada awal tanam dengan urea dan ponska, sehingga biaya tanam padi bisa berkurang sekitar 50%.  Sedangkan  nila merah yang dipanen bisa dijual dengan harga Rp 19 ribu/kg.

 

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Widi Sutikno menambahkan, dari hasil yang telah dicapai, budidaya mina padi dengan sistem kolam dalam sangat menguntungkan petani maupun pembudidaya ikan. Hal ini dilihat dari kualitas produk padi maupun ikan yang dihasilkan lebih baik.

 

“Mina padi ini sama sekali tidak menggunakan pestisida maupun herbisida. Selain itu penggunaan pupuk juga dapat ditekan karena sisa pakan dari ikan akan dapat menjadi pupuk bagi tanaman padi. Jadi, petani lebih efisien,” kata Widi.

 

Lantaran hasilnya cukup menggembirakan, luasan lahan mina padi di Kabupaten Sleman pada tahun 2016 akan terus diperluas. Sesuai rencana, kawasan mina padi ini akan dikembangkan untuk mendukung mina wisata di kabupaten yang juga terkenal dengan komoditi salak.

 

Masyarakat bisa mengunjungi kawasan mina padi untuk melihat dari dekat keindahan ikan nila yang dibudidaya di sela-sela padi. Idt/Yul

 

Tips Aplikasi bagi Petani

 

Bagi petani yang tertarik mengaplikasi mina padi, silakan mencoba sistem mina padi yang sudah diterapkan petani di Dusun Cibuk Kidul, Desa Margo Luweh, Kec. Seyegan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Teknis pelaksanaannya sebagai berikut:

 

 

No

 

 

Kegiatan

 

 

Keterangan

 

 

1

 

 

Persiapan Lahan

 

 

 

  1. Lahan mina padi seluas 1.000 m2 .
  2. Pengolahan dasar tanah/luku garu, kemudian biarkan mengendap terlebih dahulu.
  3. Pembuatan caren/saluran keliling serta pintu pemasukan dan pengeluaran air.
  4. Penanaman padi menggunakan pola tanam jajar legowo 2:1. Lalu diamkan selama kurang lebih 2 minggu.
  5. Jenis varietas padi yang tahan rendaman air dan tidak terlalu tinggi batangnya, sehingga tidak mudah roboh. Contohnya jenis padi Ciherang.
  6. Pemupukan dasar dengan pupuk urea dan ponska.
  7. Perbaikan pematang dan juga pemasangan mulsa.
  8. Pembuatan kolam dengan kedalaman 70-80 cm.
  9. Pemasangan jaring sebagai penghalau dari serangan hama baik ikan maupun padi.

 

 

2

 

 

Pelaksanaan

 

 

 

 

 

  1. Setelah pelaksanaan penanaman padi, tiga hingga tujuh hari baru lakukan pemupukan urea 15 kg pupuk urea dan pupuk ponska 30 kg (luas lahan 1.000 m2).
  2. Benih padi sebaiknya berkisar umur 17-20 hari.
  3. Penanaman menggunakan sistem jajar legowo dua.
  4. Setelah ditanam padi, dasar pelataran sawah dibiarkan kering/macak-macak selama dua minggu.
  5. Selanjutnya pasang jaring yang dikaitkan tali tampar hingga menutupi seluruh permukaan sawah (menghabiskan 3 roll).
  6. Penebaran benih ikan nila setelah padi berumur dua minggu dengan padat penebaran 3-5 ekor/m2.
  7. Pemeliharaan ikan meliputi pemberian pakan, pengelolaan air dan pengawasan.
  8. Pakan pelet diberikan dua kali sehari (pagi-sore) dicampur probiotik. Pemberian pakan 2% dari total biomassa.
  9. Ketinggian air rata-rata 75 cm pada saluran dan kolam. Untuk ketinggian air di pelataran sawah kira-kira 30 cm.
  10. Terdapat pintu air masuk dan keluar yang dilengkapi saringan dan senantiasa dibersihkan apabila kotor, sehingga air tidak meluap.
  11. Selama pemeliharaan tidak dilakukan penyemprotan pestisida. 

 

 

Ikon Kabupaten Sleman

 

Kabupaten Sleman memiliki sumberdaya alam yang sangat potensial untuk pengembangan budidaya perikanan maupun tanaman pangan.      Salah satu model budidaya yang menggabungkan budidaya perikanan dengan tanaman pangan, adalah budidaya mina padi.  Pengembangan  mina padi telah cukup lama dilakukan di  kawasan lereng Gunung  Merapi ini. 

 

Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal (Dirjen)  Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Tri Hariyanto, awalnya budidaya mina padi hanya dilakukan secara swadaya oleh kelompok dengan luasan berkisar 1.000-3.000 meterpersegi.  Saat itu mina padi hanya dilakukan dalam rangka pendederan benih sebelum ditebar ke kolam.

 

“Semenjak ditemukannya model atau metode budidaya mina padi dengan sistem kolam dalam, budidaya mina padi ini tidak hanya dapat menghasilkan benih ikan. Tapi juga menghasilkan ikan konsumsi yang dapat dijual langsung ke pasar,” kata Tri Hariyanto, di Sleman, belum lama ini.

 

Sistem mina padi kolam dalam ini menurut dia, memungkinkan ikan dapat dipelihara  lebih  optimal  pada   lahan  sawah. Sistem mina padi kolam dengan kedalaman 70-80 cm terbukti mampu menghasilkan  panen  ikan yang waktunya  bersamaan dengan panen padi dalam waktu sekitar 3 bulan.

 

Pengembangan pola mina padi tersebut mengantarkan Kabupaten Sleman sebagai lokasi percontohan bagi FAO (Food and Agriculture Organization) pada tahun 2015.  Lokasi percontohan mina yang berada Kecamatan Seyegan seluas 25   ha.  Dari luasan tersebut, sekitar 17 ha berada di Dusun Cibuk Kidul, Desa Margoluwih dan 7 ha di Dusun Kandangan, Desa Margodadi, Kecamatan Seyegan.

 

Hingga kini luas lahan mina padi di Sleman terus meningkat signifikan. Jika pada tahun 2010 baru sekitar 63,85 ha, maka dalam kurun lima tahun (2015) luasnya meningkat menjadi 89 ha atau meningkat 39,39%. Data terakhir menyebutkan, luas pengembangan lahan mina padi di Sleman telah mencapai lebih kurang 95 ha.

 

Tri Hariyanto mengatakan, dengan mengembangkan mina padi petani di Sleman bisa meningkatkan kesejahteraannya. Jadi meski luasan tanam padi berkurang sekitar 10-20%, tapi tingkat produktivitas padi yang dihasilkan lebih tinggi dibandingkan dengan pola tanam sebelumnya. Bukan hanya itu, petani masih bisa panen ikan nila per 3 bulan sekali.

 

Meski sudah berhasil mengembangkan mina padi, Tri Hariyanto berharap masyarakat di Kabupaten Sleman tetap  mengembangkan budidaya yang berkelanjutan dengan memilih benih ikan berkualitas, dan kaidah budidaya yang sudah ditentukan. “Sumberdaya alam yang ada harus dikelola dengan baik. Jangan sampai menggunakan bahan terlarang yang bisa merusak lingkungan,” ujarnya. Idt/Yul

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Julianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162