Rabu, 17 Oktober 2018


Pencairan Klaim AUTP Capai Rp 32,8 Miliar

09 Okt 2018, 10:21 WIBEditor : ira

Petani Jawa Timur saat menerima klaim AUTP | Sumber Foto:idt

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta ---  Asuransi usaha tani padi (AUTP) yang diluncurkan Kementerian Pertanian (Kementan) tiga tahun lalu terbukti mampu memberikan solusi bagi petani yang mengalami gagal panen. Petani peserta AUTP yang sawahnya terkena bencana banjir dan hama penyakit telah banyak yang mengajukan klaim kepada PT Jasindo dan sejauh ini klaim yang sudah dicairkan mencapai puluhan miliar rupiah.

Kepala Divisi Asuransi Agri dan Mikro PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), Ika Dwinita Sofa mengatakan, setiap hari ada klaim asuransi yang masuk ke manajemen PT Jasindo. Klaim asuransi yang diajukan petani peserta AUTP ini langsung diproses dan diverifikasi di lapangan.

“Setelah diproses dan diverifikasi di lapangan dengan pihak terkait seperti penyuluh dan dinas pertanian setempat, klaim yang diajukan baru kami cairkan langsung ke petani peserta AUTP,” kata Ika Dwinita Sofa, di Jakarta, belum lama berselang.

Menurut Ika, petani peserta AUTP yang mengajukan klaim hingga Agustus 2018 relatif cukup banyak. Kurun 2-3 bulan terakhir, klaim yang diajukan peserta AUTP paling banyak karena bencana banjir. Bahkan, sampai Agustus 2018 lalu, klaim yang diajukan petani peserta AUTP paling dominan dikarenakan bencana banjir dan serangan hama tikus.

“Klaim asuransi yang diajukan petani peserta AUTP sampai Agustus 2018 sudah dicairkan semua. Artinya, klaim yang mereka ajukan sudah kami bayarkan semua,” ujar Ika.

Ika juga menyebutkan, jumlah klaim yang diajukan petani peserta AUTP per Agustus 2018 total sebesar Rp 32,8 miliar. Dari jumlah klaim yang diajukan, nilai preminya tercatat sebesar Rp 71,8 miliar.

Pengajuan klaim AUTP per Agustus 2018 dibandingkan dengan pengajuan klaim AUTP tahun sebelumnya pada periode yang sama terdata menurun. Klaim yang diajukan petani peserta AUTP per Agustus 2017 sebesar 144,5 miliar. Dari jumlah klaim AUTP yang diajukan petani, nilai preminya sekitar Rp 179, 6 miliar.

“Dua tahun lalu, tepatnya per Agustus 2016 nilai klaim yang diajukan hanya 7,9 miliar. Dari jumlah tersebut nilai preminya sebesar Rp 89,9 miliar,” kata Ika.

Menurut Ika, umumnya klaim yang diajukan peserta AUTP karena sawah yang diasuransikan terkena bencana banjir. Penyebab yang kedua adalah hama tikus. Sedangkan yang disebabkan kekeringan menempati urutan ketiga.

Data PT Jasindo menyebutkan, klaim yang diajukan petani peserta AUTP per Agustus 2018 sebanyak 43% disebabkan bencana banjir. Kemudian, 19 persen hama tikus, 14 persen kekeringan, 9 persen hama wereng batang cokelat, 5 persen blast, penggerak batang 5 persen dan  sebanyak dua persen disebabkan kerdil rumput atau kerdil kuning.

Reporter : idt

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018