Rabu, 17 Oktober 2018


Nila Payau Hibrid Cocok Dibudidaya di Tambak Mangkrak

05 Okt 2018, 17:28 WIBEditor : Gesha

Nila payau hybrid bisa menggunakan tambak yang idle untuk berproduksi | Sumber Foto:Humas DJPB

TABLOIDSINARTANI.COM, Takalar--- Guna mengatasi  persoalan eks tambak udang yang selama ini tidak berproduksi atau idle (mangkrak) akibat menurunnya kualitas lahan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), menganjurkan para pemilik tambak untuk berbudidaya ikan nila payau hibrid.

Setelah lolos uji tantang, introduksi benih ikan nila payau hasil hibridisasi  saat ini sudah bisa dibudidayakan di tambak idle. Nila payau hibridisasi ini mampu beradaptasi dan tahan pada rentang salinitas lebih tinggi (> 20 ppt). 

“Nila payau hibrid ini sudah mampu beradaptasi, maka kematian yang cukup tinggi sebagai dampak fisiologis dari proses osmoregulasi yang ditimbulkan oleh kenaikan salinitas yang dihadapi ikan nila air tawar saat dibudidayakan di tambak, dapat teratasi,” kata Peneliti Muda Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar, Dasep Hasbullah,  di Takalar, Jum'at (5/10).

Menurut Dasep Hasbullah, nila payau unggul yang dikembangkan ini melalui proses hibridisasi antara strain ikan nila unggul air tawar (Gift dan Gesit) yang sudah lulus uji tantang (pengujian untuk mengetahui atau mengukur kemampuan hidup secara kualitatif pada perlakuan tertentu) dengan nila spesifik lokal Sulawesi Selatan yang sangat toleran pada salinitas tinggi dan oksigen rendah (gene pool).  

Dasep menambahkan benih hasil hibridisasi telah diujicobakan di beberapa tambak di wilayah binaan BPBAP Takalar.

TAG

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018