Rabu, 17 Oktober 2018


Menikmati Indahnya Mangrove di Pantai Karangsong

12 Okt 2018, 20:12 WIBEditor : GESHA

Pantai Karangsong, destinasi wisata manggrove di Pantura Jawa | Sumber Foto:Indarto

TABLOIDSINARTANI.COM, Indramayu --- Pantai Karangsong saat ini sudah menjadi destinasi wisata baru di Indramayu. Bagi siapa saja yang berkunjung ke pantai tersebut dipastikan akan berdecak kagum atas keindahan mangrove yang terbentang di lahan  seluas 68 ha. 

Disana, anak-anak, orang dewasa sampai orang tua bisa menikmati keindahan mangrove yang dikelola oleh sebuah kelompok masyarakat pecinta mangrove, di bawah naungan Kelompok Pantai Lestari (KPL).

Bagi siapa saja yang mengunjungi kawasan mangrove Pantai Karangsong bisa mengeksplor keindahan tanaman pantai ini menggunakan perahu kecil.

Tentang ongkos masuk ke kawasan mangrove terebut sangatlah terjangkau bagi  masyarakat. Selain ongkos masuk ke lokasi murah, masyarakat yang ingin menikmati mangrove bisa diantar dengan perahu pulang-pergi (PP). Ongkosnya hanya Rp 15 ribu/orang untuk umum, dan Rp 10 ribu/orang untuk pelajar.

Lantaran ongkosnya murah meriah,  kawasan mangrove di Pantai Karangsong tak sepi pengunjung.

“Kalau hari biasa pengunjungnya rata-rata 200-300 orang/hari. Tapi, kalau weekend (Sabu dan Minggu) pengunjungnya bisa melonjak sampai 500 orang/hari,” ujar Ketua Ketua Kelompok Pantai Lestari (KPL), Ali Sodikin.

Destinasi wisata mangrove yang terletak di Kecamatan Indramayu, Jawa Barat (Jabar) pada liburan sekolah atau libur hari nasional  banyak disambangi pengunjung.

Para pengunjung yang  datang menikmati keindahan mangrove dan sejumlah burung khas pantai Karangsong tak hanya masyarakat Indramayu atau Cirebon. 

“Ada yang datang dari Jakarta dan sekitaranya. Belum lama ini ada yang datang dari Aceh dan Balikpapan. Seiring dengan banyaknya pemberitaan tentang mangrove di Pantai Karangsong, pengunjungnya terus bertambah,” jelas Ali.

Sejak tanaman mangrove mulai tumbuh dengan baik, KPL membuat tracking mangrove sepanjang 1,2 km pada tahun 2014 lalu.

Saat ini, dengan luasan kawasan yang bertambah dari 22 ha menjadi 68 ha, luasan tracking mangrove pun juga bertambah. 

“Pengunjung setelah diantar perahu, bisa berjalan di tracking yang sudah dibuat sampai menembus hutan belantara mangrove yang indah,” ujarnya.

Apabila pengunjung sudah lelah menjelajahi hutan mangrove yang lebat, di depan loket penyeberangan ada beberapa warung makan yang menyediakan masakan ikan khas Indramayu.

Pengunjung bisa menikmati sup kepala ikan manyung yang rasanya sangatlah nikmat. 

Selain tersedia kuliner khas, pengunjung bisa berswa foto dengan latar belakang hutan mangrove Pantai Karangsong.

Pengunjung juga bisa berfoto ria di sela-sela tracking mangrove yang indah. Nah, kalau Anda tertarik, silakan mencoba destinasi mangrove di Pantai Karangsong tersebut.  (idt)

 

Reporter : Indarto

TAG

BERITA TERKAIT

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018