Rabu, 17 Oktober 2018


Rofinus Wake, Panutan Petani dalam Berbudidaya Sayuran

23 Jul 2017, 21:20 WIBEditor : Clara Agustin

Hidup di tengah-tengah masyarakat yang melaksanakan aktivitas usaha tani secara tradisional dan turun-temurun tak membuat Rofinus Wake terbawa arus. Pria asal Desa Kuru, Kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur ini justru kian tertantang untuk mempelajari dan mempraktekkan teknologi pertanian terkini.

Tak hanya giat menerapkan teknik terbaru di bidang pertanian, Rofinus Wake di wilayah tempat tinggalnya dikenal sebagai sosok yang senang bersosialisasi serta panutan dan sumber ilmu bagi sebagian besar petani sayuran.

Di tahun 1998 dengan difasilitasi oleh penyuluh pertanian setempat, Rofinus mendorong para petani di wilayahnya membentuk Kelompok Tani (Poktan) Sa Ate, yang artinya satu hati dan Rofinus terpilih sebagai ketuanya. Dalam kurun waktu 1999 hingga tahun 2003, kelompok tani yang dibentuknya ini berjalan lambat bahkan statis. Penyebabnya adalah terbatasnya informasi dan teknologi yang bisa diakses anggota Poktan.

Kemudian pada tahun 2007, terbentuklah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kuru Dau Mbale dan Rofinus lagi-lagi diamanahkan sebagai ketuanya. Dengan bekal ilmu dan pengalaman bertani yang diperolehnya ketika merantau ke Negeri Jiran, Rofinus menggunakan kotoran ternak ayam dan babi untuk memperbaiki struktur tanah pertanian di desanya.

Tahap berikutnya Rofinus mulai menanam seledri di lahannya dan hasilnya sangat memuaskan. “Hasil seledri sempat melimpah, tetapi sayangnya tidak tahu mau dipasarkan kemana. Ya akhirnya menumpuk saja sampai busuk,” ceritanya. .Sukses Bertanam Tomat

Kegagalan tidak membuat ia patah semangat. Dicobanya kembali menanam komoditi lain, yakni tomat varietas unggul. Berkat bimbingan dari penyuluh pertanian setempat dan penyuluh swasta, usahanya berhasil.

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

TAG

BERITA TERKAIT

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018